Gaji Tak Sesuai UMR, Karyawan SPBU Suramadu Mogok Kerja

Mata Madura - 02/01/2017
Gaji Tak Sesuai UMR, Karyawan SPBU Suramadu Mogok Kerja
Aksi mogok karyawan SPBU Suramadu, Senin (2/1/2017) foto/Agus, Mata Bangkalan - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner
Aksi mogok karyawan SPBU Suramadu, Senin (2/1/2017) foto/Agus, Mata Bangkalan

Aksi mogok karyawan SPBU Suramadu, Senin (2/1/2017)
foto/Agus, Mata Bangkalan

MataMaduraNews.comBANGKALAN-Senin pagi (02/01/2017) sejumlah karyawan pom bensin atau SPBU yang terletak di jalan akses menuju jembatan Suramadu tepatnya di Dese Morkepek, Kecamatan Labang, Bangkalan, Madura, Jatim menggelar aksi mogok kerja. Para karyawan itu memprotes gaji yang dibayar tidak sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Bangkalan.

Aksi mogok karyawan tersebut dipimpin oleh Anam, karyawan senior di SPBU Suramadu. Beberapa menit kemudian, petugas polisi tiba di lokasi. Anam dan karyawan tetap menggelar protes dan mogok kerja.

Dan aksi itu, Anam dan karyawan SPBU  mengaku hanya mendapat gaji Rp 800 ribu plus tensentif Rp 80 ribu per bulan. Karena itu, ia minta perusahaan atau pemilik SPBU menggaji para karyawan sesuai UMR Bangkalan, Rp 1,3 juta.

Bagaimana jika tidak dipenuhi? Anam bersama karyawan lain berjanji akan terus mogok kerja dan tidak melayani pembeli. “Apabila kami dipecat sebagai karyawan SPBU ini, kami akan mengahalngi setiap orang yang akan bekerja disini,” ucapnya mengancam.

Sementara itu, manajeman SPBU yang diwakili Burhan mengaku tidak bisa mememuhi tuntutan karyawan. Burhan hanya bisa menyampaikan tuntukan karyawan ke pemilik SPBU. “Karena saya bukan pemilik, jadi saya tidak memutuskan apa-apa. Saya akan menyampaikan masalah ini ke pemilik,” terangnya kepada sejumlah media.

Burhan hanya bisa menjanjikan kenaikan gaji karyawan sebesar Rp 50 ribu. Dengan catatan insentif sebesar Rp 80 ribu per bulan dihapus. “Jadi yang semula gaji karyawan 800 ribu akan dinaikkan menjadi 850 ribu,” sebut Burhan.

Repoter: Agus, Mata Bangkalan

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->