Menu

Gegara Desa Fiktif, Dana Desa Dibekukan Sementara

Gegara Desa Fiktif, Dana Desa Dibekukan Sementara
Link Banner

matamaduranews.com -Desa fiktif atau kampung siluman benar menyita perhatian pemerintah. Meski demikian, Kementerian Keuangan masih belum bisa menjumlah total kerugian negara dana desa yang ditransfer.

Akibat kasus desa fiktif itu, Kementerian Keuangan akan membekukan sementara penyaluran dana desa.

Langkah itu dilakukan sampai ada verifikasi jumlah desa secara pasti.

Sampai saat ini, Kemenkeu masih belum bisa mengidentifikasi berapa total kerugian negara akibat adanya desa fiktif atau kampung siluman yang selama ini sudah mendapat transferan dana desa.

“Selama ini belum clear, maka ini kita freeze (bekukan) dulu yang berkaitan dengan itu. Nanti jumlah detilnya tergantung kementerian dalam negeri,” ujar Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Prima saat paparan APBN Kita di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 18 November 2019.

Prima menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih memeriksa lebih lanjut aliran dana desa tersebut. Sebab, bendahara negara masih menunggu data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait jumlah desa fiktif tersebut.

“Terkait dana desa kami masih menunggu, berapa sebenarnya jumlah desa yang bermasalah dari Kemendagri. Kalau nanti sudah ada jumlahnya, baru bisa diketahui (kerugian) totalnya berapa,” kata Prima.

Ia menuturkan, Kemendagri saat ini masih melakukan verifikasi jumlah desa yang selama ini telah menerima dana desa.

Penyisiran tersebut diperlukan untuk mengetahui dengan pasti jumlah desa yang memang memenuhi kriteria masuk ke dalam jumlah kampung atau desa siluman.

Menurut catatan Kemenkeu hingga Oktober 2019 lalu, realisasi penyaluran dana desa telah mencapai Rp52 triliun atau 72,4 persen dari total pagu anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp70 triliun.

Angka ini lebih tinggi dari perolehan tahun lalu pada periode yang sama yakni sebesar Rp44,4 triliun. Maka pertumbuhan transfer dana desa yang terealisasi pada tahun ini meningkat 16,9 persen secara year on year.

sumber:tempo

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Iklan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional