Menu

Inovasi SMA Negeri 2 Sumenep dalam Belajar Daring

Inovasi SMA Negeri 2 Sumenep dalam Belajar Daring
SMA Negeri 2 Sumenep, Jl. KH. Wahid Hasyim III/11 Labangseng, Kolor, Sumenep. (Foto Yudie/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-SMA Negeri 2 Sumenep adalah sekolah favorit kedua di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang lebih dikenal dengan SMADA.

Dalam rangka kegiatan belajar mengajar saat pandemi Covid-19 sekarang ini, seperti sekolah yang lain, SMA Negeri 2 Sumenep malaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sesuai dengan Permendikbud.

“Kita menggunakan sistem belajar daring dengan aplikasi Google Classroom,” kata Firdausi, Wakasek Kurikulum SMA Negeri 2 Sumenep mewakili kepala sekolah.

Menyoal pembelian paket data bagi 25 persen dari jumlah siswa SMA Negeri 2 Sumenep yang kurang mampu, kata Firdausi pihak sekolah melakukan inovasi.

SMA Negeri 2 Sumenep membantu para siswa dengan memfasilitasi WiFi di sekolah untuk digunakan kegiatan belajar, termasuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru selama pandemi ini.

Meskipun, tentu hal tersebut akan lebih efektif seandainya sekolah mengkondisikan bantuan paket data secara langsung kepada tiap siswa yang kurang mampu.

Namun, inovasi SMA Negeri 2 Sumenep ini dilakukan supaya bisa menjangkau semua siswa kurang mampu dengan keterbatasan anggaran dan kebijakan yang ada.

“Kebijakan sekolah hanya mampu secara teknis seperti itu, mengingat adanya keterbatasan anggaran sekolah terkait BPOP yang juga berimbas terhadap kesejahteraan para tenaga guru GTT,” imbuh Firdausi.

Ditanya mengenai peraturan baru dari Mendikbud tentang Kurikulum Darurat Covid-19, Wakasek Kurikulum SMA Negeri 2 Sumenep itu menjelaskan, tidak ada perubahan dan tetap mengacu pada K13.

“Yang berubah teknisnya di mana sebelumnya misal ada 6 materi diringkas menjadi 4 materi,” tegasnya pada Mata Madura, Selasa (18/08/2020).

Sementara untuk uji coba pembelajaran secara tatap muka terbatas, SMA Negeri 2 Sumenep masih belum mendapat kesempatan dari Dinas Pendidikan.

Meskipun, Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur telah mengeluarkan edaran tentang diberlakukannya pembelajaran secara tatap muka untuk semua sekolah di Jatim.

Makanya, Firdausi berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sebab, dampaknya sangat dirasakan oleh SMA Negeri 2 Sumenep sebagai lembaga pendidikan, seperti pada penurunan PSB.

“Penerimaan siswa baru (PSB) pada tahun ajaran baru ini menurun grafiknya dibanding tahun kemaren. Dari kuota 432 siswa, saat ini hanya ada 390 siswa baru,” ungkapnya.

“Harapannya semoga pandemi Covid ini akan segera berakhir dan siswa kami dapat lebih  memacu prestasinya kembali seperti semula,” imbuh Firdausi.

Yudie, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Mata
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini & Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: