Budaya

Ketika Ketua DPRD Sumenep Ikut Festival Jaran Serek

×

Ketika Ketua DPRD Sumenep Ikut Festival Jaran Serek

Sebarkan artikel ini
Jeren Serek
Hamid Ali Munir saat ikut Festival Jaran Serek yang berangkat dari Lapangan Giling Sumenep

matamaduranews.com-Apa jadinya ketika Ketua DPRD Sumenep Hamid Ali Munir ikut serta menjadi peserta Festival Jaran Serek?

Tepuk tangan. Teriakan. Lambaian tangan dari penonton menyapa Hamid. Saat jaran serek berjalan sambil meliuk-liuk di tengah kerumunan penonton.

Hamid pun membalas dengan senyuman. Sembari melambaikan tangan menyapa sapaan penonton. Tangan kiri Hamid seakan kikuk memegang erat tali yang diikat ke leher jaran.

Hamid mengapresiasi Festival Jaran Serek yang diselenggarakan Pemkab Sumenep bersama komunitas Jaran Serek Sumenep.

Suasana festival dalam rangkaian Sumenep Calendar of Event 2024 itu, digelar dari Lapangan Giling sampai depan Labang Mesem Keraton Sumenep, Minggu 19 Mei 2024.

Kata Hamid, tradisi budaya Sumenep seperti Jaran Serek perlu dilestarikan.

Tak heran. Ada 60 ekor jaran serek yang ikut festival. 60 ekor jaran itu, dihias dengan kain-kain cantik dan aksesoris menarik yang menjadi bagian dari item penikaian

Sebelum berjalan dari start. 60 jaran serek sudah berjingkrak-jingkrak. Mengikuti alunan musik tradisional saronen yang dipandu oleh pelatih.

Aksi para pelatih jaran serek yang mengenakan pakaian khas Madura, Sakera ikut meliuk-liuk. Sesuai irama musik saronen. Sesekali membuat atraksi. Sehingga bikin takjub penonton.

Hamid memberi apresiasi adanya Festival Jaran Serek yang diselenggarakan Pemkab Sumenep.

Hamid menikai, Festival Jaran Serek memiliki banyak nilai. Di antaranya nilai seni dan budaya yang menjadi ikon promosi wisata Sumenep.

“Acara semacam ini bagus kan, selain untuk menjaga warisan leluhur juga untuk mempromosikan Sumenep,” kata Hamid di sela-sela Festival Jaran Serek, Minggu 19 Mei 2024.

Menurut Hamid, Jaran Serek merupakan kesenian tradisional yang digemari masyarakat Sumenep. Sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah untuk melestarikannya.

“Budaya lokal Sumenep yang harus tetap kita lestarikan,” ujarnya.

Namun demikian, Hamid berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep khususnya Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar terus mengevaluasi terkait pelaksanaan event, termasuk Festival Jaran Serek.

“Agar event-event yang diselenggarakan benar-benar berdampak terhadap kemajuan Sumenep khususnya dari sektor perekonomian,” tegasnya.

Untuk diketahui, Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengatakan, Festival Jaran Serek merupakan tradisi budaya yang perlu terus dilestarikan. Festival ini menjadi bukti kekayaan budaya Sumenep yang harus dijaga dan diturunkan kepada generasi muda.

Wabup Eva berharap, even jeren serek bisa menjadi daya tarik wisata yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.

Selain itu, festival ini juga dinilai bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Sumenep kepada masyarakat luas.

Antusiasme masyarakat Kabupaten Sumenep terhadap festival ini sangat tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan penuhnya Lapangan Giling oleh masyarakat sejak pagi sebelum acara dimulai. (bahri)

KPU Bangkalan