Menu

Kewalahan, di Sapeken Satu Alat Deteksi Covid-19 Banding Ratusan Orang

Kewalahan, di Sapeken Satu Alat Deteksi Covid-19 Banding Ratusan Orang
Antrean panjang pemeriksaan penumpang di pelabuhan Sapeken, Senin (23/03/2020). (Foto/yudi)
Link Banner

matamaduranews.com-SUMENEP-Info terkini di Jawa Timur, jumlah orang terjangkit corona virus makin meroket, dari angka 21 orang pertanggal 21 Maret 2020, menjadi 41 orang pertanggal 22 Maret 2020.

Hal ini menunjukkan aktivitas virus ini begitu cepatnya. Sedangkan upaya-upaya dalam mengantisipasinya sangatlah lamban, akibat sangat minimnya bahan logistik peralatan yang tersedia, seperti masker, bahan desinfektan, alat pendeteksi suhu badan (termometer) dan lain sebagaimya.

Yang ironis, minimnya logistik perlengkapan tadi banyak terjadi di wilayah pelosok dan kepulauan, seperti di Kabupaten Sumenep, Madura.

Seperti yang dikeluhkan oleh Camat Sapeken, H. Moh Fajar, di Kecamatan Sapeken, Sumenep masyarakat setiap hari selalu dihantui ketakutan tiap mendengar berita makin merebahnya virus ini.

“Kami kewalahan disaat melakukan langkah preventif dalam mengantisipasi merebahnya wabah ini. Kami hanya punya satu satunya alat pendeteksi termometer saat mengecek satu persatu ratusan penumpang yang datang dari luar Sapeken di pelabuhan tiap hari,” kata Fajar.

Pemeriksaan Tim gabungan Kecamatan Sapeken, di pelabuhan Sapeken, Senin (23/03/2020). (Foto/Yudi)

Tak ayal, aku Fajar, tim gabungan ekstra kerja alias lembur seharian karena ketidakseimbangan antara jumlah orang atau penumpang yang ratusan, dengan hanya satu alat pendeteksi.

Camat Fajar sempat mendapat desakan dari beberapa tokoh masyarakat akan situasi yang demikian. Dan yang paling dikhawatirkan menghadapi hari libur Nyepi besok, dikabarkan orang Sapeken yang ada di pulau Bali seperti mahasiswa, para pedagang akan mudik semua ke Sapeken.

“Padahal kita tahu Bali sudah masuk katagori zona merah. Kami sudah melaporkan keadaan ini ke pihak dinas terkait akan kebutuhan sarana-prasarana dalam mengantisipasi masuknya corona virus ke wilayah Sapeken. Namun sampai hari ini belum ada tanggapan,” ujarnya.

Selanjutnya camat Fajar berharap pihak pemerintah kabupaten sesegera mungkin menindaklanjuti situasi darurat wabah ini, khususnya di kepulauan untuk menekan angka terjangkitnya Covid-19.

“Dari hasil upaya Tim gabungan medis di Kecamatan Sapeken ini selama ini dilaporkan negatif terinfeksi termasuk masyarakat yang ada di 10 desa kepulauan,” jelasnya.

Seperti diketahui, Bupati Sumenep beberapa hari kemarin sudah mengajukan anggaran sebesar Rp 2,5 Miliar kepada DPRD Sumenep, dengan tujuan anggaran tersebut dialokasikan penuh dalam mengatasi merebahnya corona virus di Kabupaten Sumenep.

Yudi, Mata Sumenep

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: