Kios Baru Dibangun Malah Dibiarkan Mubazir, Apa Maunya Pemkab Bangkalan?

Mata Madura - 16/11/2019
Kios Baru Dibangun Malah Dibiarkan Mubazir, Apa Maunya Pemkab Bangkalan?
Tampak depan Kios di Stadion R.P. Moh. Noer (Skep) Kelurahan Bancaran, Bangkalan. (Foto Syaiful/Mata Madura) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Keseriusan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pasar tradisional begitu meragukan. Pasalnya, kios yang dibangun di Stadion Kerapan Sapi R.P. Moh. Noer (Skep) Bancaran tak berfungsi sama sekali alias mubazir.

Kios tersebut dibangun dengan Pagu Anggaran 1,5 miliar. Pembangunan dilakukan selama 6 bulan dan sudah bisa difungsikan pada saat Festival Karapan Sapi Piala Presiden 2019 pada 6 Oktober lalu. Sayangnya, sampai kini terlihat sudah tak difungsikan lagi.

Dari pantauan Mata Madura di lokasi, Rabu (13/11/2019) lalu, tampak dari 10 kios cinderamata dan 10 kios kuliner masih belum berfungsi. Bahkan, tidak ada satupun pedagang yang memanfaatkan bangunan los yang posisinya berderet untuk berjualan. Kondisi belasan Kios tersebut malah tampak kotor dan kumuh.

Rolling door pun tertutup rapi. Kios sepi tanpa ada kegiatan. Malah terlihat dijadikan tempat bernaung segelintir pengemis. Sementara di bagian selatan hanya dijadikan tempat duduk siswa yang sedang bersantai sepulang sekolah.

Muhari, salah satu warga sekitar, sangat meyayangkan belum berfungsinya kios tersebut. Padahal, Pemkab Bangkalan membangun fasilitas itu untuk mendorong pengembangan ekonomi mikro di area Lapangan Skep dan arah Jalan Utara agar lebih hidup.

“Sayangnya kios yang dibangun menggunakan uang rakyat masih belum berfungsi. Hanya terlihat pada saat gelaran Karapan Sapi Piala Presiden 2019, selebihnya tidak ada kegiatan kembali,” ujar Muhari pada Mata Madura.

Ia mengaku heran mengapa kios tersebut belum berfungsi. Padahal, idealnya setelah dibangun kios itu harus sudah bisa difungsikan agar dapat mengembangkan perekonomian masyarakat.

“Masyarakat seharusnya dapat memanfaatkan pembangunan itu,” kata Muhari saat ditemui di rumahnya, Rabu (13/11/2019) siang.

Menurutnya, Pemkab Bangkalan harus segera melakukan langkah-langkah pemberdayaan. Jangan hanya membangun fisik saja, kemudian dibiarkan mubazir tanpa pengelolaan dan pengembangan yang baik.

“Dengan adanya bangunan model seperti itu justru banyak pedagang yang malah enggan berjualan. Bangunan megah tanpa konsep jelas. Sistemya tak diketahui. Jadi, kesannya dipaksakan untuk dibangun seperti itu,” tandas Muhari.

Tidak difungsikannya kios tersebut akhirnya terbongkar setelah dikonfirmasi Mata Madura pada Hasan Faisol. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan itu membenarkan jika kios di Lapangan Skep masih belum bisa difungsikan lantaran terkendala pihak ketiga.

“Saat ini kios masih bermasalah di pihak ketiga. Kami masih mewanti-wanti untuk memfasilitasi kembali kios tersebut dengan pengajuan Anggaran ke Pemkab, insya allah terpenuhi,” jelasnya, Rabu (13/11/2019).

Sementara merespon nasib kios tersebut, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nur Hasan berjanji segera mengambil tindakan. Pihaknya akan memanggil dinas terkait atas mandeknya kios yang masih belum difungsikan di Lapangan Skep itu.

“Nanti akan kami rapatkan terlebih dahulu, kami masih belum bisa berkomentar lebih banyak,” ungkapnya saat dimintai keterangan Mata Madura.

Syaiful, Mata Bangkalan

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->