Motif Irjen Sambo Bunuh Brigadir Yosua

matamaduranews.com-Publik bertanya. Apa motif Irjen Sambo membunuh Brigadir Yosua? Apa kesalahan Brigadir Yosua?

Pertanyaan publik menggema setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menetapkan Irjen Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan Brigadir Yosua di rumah dinas Duren Tiga Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.

Dalam konfrensi pers Selasa malam. Kapolri Listyo menyebut aksi Irjen Sambo tidak dilakukan sendiri. Tapi melibatkan prajurit hingga 3 jenderal polisi.

Belum jelas motif dalam penetapan tersangka. Isu motif Irjen Sambo membunuh Brigadir Yosua tersiar. Seperti dikutip dari situs disway.id yang mengutip komentar dari akun twitter Kapolri Listyo Sigit.

Ya. Mulai judi online dan cinta segitiga. Seperti terlihat dalam komentar publik di kolom unggahan Kapolri Listyo Sigit.

Seorang akun bernama @juhanin*** membalas unggahan Kapolri dengan pujian dan meminta usut motif sebenarnya.

“(ikon tepuk tangan) terima kasih YTH Bpk Kapolri, Tolong usut tuntas apa alasan Ferdy Sambo melakukan pembunuhan berencana, apakah judi online atau cinta segitiga, mohon segera diperiksa Rita Sorcha Yuliana. Terima kasih bpk Kapolri. Kebenaran harus diungkap,” tulis akun tersebut tepat sesaat sesudah pengumuman penetapan Ferdy Sambo sebagai tersangka, Selasa 9 Agustus 2022.

Komentar akun tersebut pun di’like’ Listyo Sigit Prabowo. Akun Kapolri Listyo Sigit terkadang memang terlihat menanggapi komentar follower. Tak heran dia mempunyai hampir 1 juta pengikut yang mayoritasnya kerap memuji langkah dan sikapnya sebagai Kepala Polri.

Komentar senada juga diungkap akun @aci***.

“Pak Sigit, polwan Rita nya diperiksa jg dong. Atau copot aja dia sebagai polwan, kan ada keterlibatan. Allah akan membalas semua kejahatan keji FS!!,” tulisnya, Selasa 9 Agustus 2022

Menko Polhukam Mahfud MD angkat suara soal spekulasi motif di balik pembunuhan Brigadir J oleh atasannya mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.

BACA JUGA :  Ketua PCNU Sumenep Terlibat Laka Lantas Rombongan PWNU Jatim di Tol Cipali

Menurut Mahfud, sejauh ini ada tiga spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat terkait motif di balik insiden tersebut. Salah satunya adalah terkait isu perselingkuhan.

Katanya, penjelasan soal itu hanya berhak disampaikan langsung oleh tim penyidik dari kepolisian.

“Kalau motif biar dikonstruksikan hukumnya oleh Polri. Jangan tanya ke saya. Karena menurut saya, sensitif. Apa, menyangkut orang dewasa,” kata Mahfud dalam program Satu Meja Kompas TV, Rabu (10/8) malam.

Spekulasi pertama, terang Mahfud, insiden tersebut dipicu oleh pelecehan seksual. Kedua, cinta atau perselingkuhan empat segi. Ketiga, perkosaan hingga yang menyebabkan Brigadir J ditembak di tempat.

“Pertama katanya pelecehan. Apa sih, apakah membuka baju atau apa. Kan untuk orang dewasa. Kedua, katanya perselingkuhan empat segi. Loh siapa yang bercinta dengan siapa. Lalu, ketiga, ada yang terakhir yang mungkin karena perkosa, lalu ditembak,” katanya.

Semua spekulasi itu menurutnya terlalu sensitif untuk ia sampaikan. Karena itu, terkait motif ia meminta publik menunggu hingga dijelaskan oleh Polri dan dibawa ke pengadilan.

“Nanti polisi yang membuka ke publik lalu dibuka di pengadilan, oleh jaksa. Kalau tanya ke saya nanti malah salah,” katanya.

Meski telah menetapkan Sambo sebagai tersangka, polisi diketahui belum menyampaikan motif di balik insiden pembunuhan Brigadir J. Belakangan usai jumpa pers kepolisian, dari kantornya Mahfud bilang bahwa motif kasus tersebut biar dikonstruksi langsung kepolisian.

Menurut Mahfud, motif peristiwa tersebut hanya patut dikonsumsi oleh orang dewasa.

“Soal motif biar nanti dikonstruksi hukumnya karena itu sensitif. Mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa. Biar nanti dikonstruksi oleh polisi apa sih motifnya kan sudah banyak di tengah masyarakat,” kata Mahfud saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (9/8). (*)

Komentar