Obat Lodia: Dosis, Kegunaan, dan Efek Samping

Diare seringkali membuat kegiatan sehari-hari kita terhambat. Tentunya hal ini disebabkan karena sakitnya perut dan harus bolak-balik ke kamar mandi.

Saat mengalami diare terutama diare akut yang disebabkan oleh bakteri atau virus, Anda bisa menggunakan obat Lodia sebagai jalan keluarnya.

Namun, tentu saja Anda harus memperhatikan aturan minum Lodia ini.

Agar lebih jelas, Anda bisa konsultasi dokter terlebih dahulu terkait dosis pemakaian obat ini.

Jika sembarangan menggunakan obat, bisa-bisa obat tersebut jadi tidak efektif atau malah menimbulkan efek samping lainnya.

Nah, berikut ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai obat Lodia.

Baca selengkapnya berikut ini:

Tentang obat Lodia
● Golongan: Obat keras
● kandungan : Loperamide 2mg
● Kemasan: Strip @10 tablet
● Farmasi: Sanbe Farma
● Harga: Rp10.000 – Rp20.000/strip

Kegunaan obat Lodia
Selain dapat mengganggu saluran pencernaan, diare juga dapat menyebabkan badan Anda menjadi lemas dan juga dehidrasi.

Ini dikarenakan saat diare, tubuh juga mengeluarkan air yang cukup banyak. Maka dari itu, jika tidak segera diatasi, diare juga dapat menimbulkan efek lain yang berbahaya.

Salah satunya yaitu dengan menggunakan obat Lodia. Obat ini dapat digunakan untuk mengurangi frekuensi dari buang air besar yang ditimbulkan akibat diare.

Lodia merupakan jenis obat yang mengandung loperamide. Kandungan tersebut dapat memperlambat pergerakan saluran cerna sehingga membuat frekuensi buang air besar jadi berkurang. Saat kinerja saluran cerna melambat, usus juga memiliki banyak waktu untuk menyerap nutrisi.

Berikut adalah beberapa kegunaan obat Lodia lainnya:
● Mengurangi sekresi cairan dalam usus besar
● Meningkatkan waktu transit feses melalui usus besar
● Berfungsi meningkatkan tonus otot di sfingter anus. Dengan kata lain, obat ini dapat bekerja agar feses atau tinja tidak keluar secara tiba-tiba.
● Dapat meningkatkan penyerapan cairan dan elektrolit ke dalam saluran usus.

Dosis dan aturan pakai
Masuk dalam golongan obat keras, Anda perlu meminta rekomendasi dari dokter.

Ada dua dosis yang bisa Anda jadikan acuan. Keduanya tentu tergantung dari tujuan Anda meminum obat tersebut.

Berikut penjelasannya:
● Untuk menyembuhkan diare akut non-spesifik
Anda bisa mengonsumsi obat Lodia sebanyak 2 tablet yang kemudian dilanjutkan dengan 1 tablet sehabis buang air besar
● Menyembuhkan diare kronik
Dosis yang digunakan untuk mengatasi diare jenis ini adalah 2-4 tablet per hari dalam dosis terbagi. Maksimal penggunaan obat ini adalah 8 tablet per hari.

Cara menggunakan obat Lodia
● Obat ini termasuk dalam penggolongan obat keras, maka, ikutilah saran yang diberikan oleh dokter terkait dosis yang harus dikonsumsi.
● Minumlah obat Lodia ini di jam yang sama setiap harinya. Segera konsumsi obat Lodia saat Anda lupa meminumnya.

Namun, jika jarang minum obat tersebut sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, Anda bisa abaikan dosis yang lupa terminum tadi.
● Perbanyak asupan air untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi. Anda juga bisa mengonsumsi cairan yang mengandung elektrolit.
● Jika diare tidak membaik setelah 2 hari mengonsumsi obat ini, segera hubungi dokter. Terutama bila muncul gejala lainnya seperti BAB berlendir maupun berdarah.

BACA JUGA :  Rakon PKK Batang-Batang, Introspeksi dan Serahkan Penghargaan Pengurus Berprestasi

Kontradiksi Obat Lodia
Ada beberapa kondisi yang membuat Anda tidak bisa mengonsumsi obat Lodia ini.

Berikut beberapa di antaranya:

● Saat terinfeksi bakteri
Hindari mengonsumsi obat Lodia saat Anda sedang mengalami infeksi bakteri. Saat sedang mengalami infeksi bakteri, Anda justru membutuhkan pergerakan usus yang cepat. Ini diperlukan agar infeksi dalam tubuh cepat keluar.

● Sedang hamil
Saat sedang hamil, kondisi tubuh akan menjadi lebih sensitif dan rentan. Hal ini disebabkan karena terjadinya sejumlah perubahan baik secara hormonal dan fisik yang akan membuat Anda butuh beradaptasi.

Saat hamil, Anda harus mengonsumsi obat-obatan atas anjuran dokter. Ini untuk mencegah kemungkinan-kemungkinan yang dapat berefek buruk bagi janin dan ibu hamil.

Suatu penelitian pernah membuktikan bahwa obat Lodia dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan janin. Pada awal kehamilan, konsumsi obat Lodia dapat meningkatkan risiko ukuran bayi besar, risiko melahirkan caesar, dan hipospadia.

● Kondisi lainnya
Anda juga tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat Lodia saat timbul gejala pendarahan pada debut maupun feses. Hindari juga obat ini saat Anda sedang demam.

Efek samping Lodia
Mengonsumsi obat Lodia juga dapat menimbulkan efek samping. Berikut efek samping umum yang biasanya ditumbulkan oleh obat Lodia:
● Sembelit
● Muntah
● Mual
● Sakit kepala
● Kelelahan
● Pusing
● Mulut terasa kering

Pada beberapa kasus efek samping dari obat ini bisa saja perlu diwaspadai. Berikut gejala efek samping dari obat Lodia yang patut Anda khawatirkan:
● Diare yang disertai darah
● Pingsan
● Timbul reaksi alergi seperti ruam kulit, sesak di tenggorokan, pembengkakan pada wajah, mulut dan lidah
● Diare memburuk
Interkasi obat Lodia

Anda harus memperhatikan saat akan mengonsumsi obat Lodia dengan obat lainnya. Pasalnya, jika mengonsumsi obat ini dengan jenis obat lainnya, ada risiko menyebabkan irama jantung menjadi abnormal.

Beberapa obat-obatan yang dapat meningkatkan detak jantung yang tidak teratur saat dikonsumsi bersamaan dengan obat Lodia:

● Antibiotik seperti klaritromisiin, moksifloksasin, dan ciprofloxacin
● Obat antipsikotik seperti pimozida, haloperidol, quetiapine, ziprasidon, metadon
● Obat untuk detak jantung tidak teratur seperti amiodaron, prokainamid, sotalol, disopiramid

Itulah penjelasan mengenai obat lodia mulai dari kegunaan, dosis, hingga efek sampingnya.

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menggunakan obat ini.

Tentunya karena obat ini tergolong dalam obat keras.

Selain itu, Anda juga harus menggunakan obat ini sesuai dengan dosis yang telah diberikan.(*)

Komentar