Ramai Penangkapan Judi Online, Sejumlah Cafe di Sumenep Ikut Sepi

matamaduranews.com-Beberapa hari terakhir. Sejumlah cafe di Sumenep yang biasa jadi tempat nongkrong para aktivis, wartawan dan pengusaha mendadak sepi.

Mata Madura menelusuri sejumlah cafe yang biasa jadi tempat tongkrongan itu sejak Kamis dan Jumat kemarin.

Salah satu cafe di JL Seludang yang biasa ramai di jam sore. Mendadak sepi. Tak terlihat ada pengunjung. Kecuali tiga perempuan duduk di meja cafe sambil main hp.

Mata Madura bergeser ke cafe lain di JL Dr Cipto, JL Dr Soetomo dan JL Sultan Abdurrahman. Idem. Suasana melompong.

Belum diketahui pasti penyebab cafe yang mendadak sepi pengunjung.

Khoiril salah satu aktivis yang biasa nongkrong di sejumlah cafe. Meski suasana sepi. Dia tetap saja nongkrong di cafe meski temannya membisikin ada orang tak dikenal yang ikut nongkrong.

“Suasana sepi tak seperti biasa, Mas. Gak tahu. Cuman ada orang tak dikenal juga ikut ngopi,” sebut Khoiril Anwar saat ditanya Mata Madura via telpon, Jumat malam.

Rusydiyono, salah satu wartawan media online di Sumenep sedikit memberi bocoran penyebab suasana sepi pengunjung cafe di Sumenep.

“Sejak ramai penangkapan judi online, mas. Teman-teman wartawan ikut sibuk liputan. Mungkin belum sempat nongkrong di cafe,” sebut Yon-panggilan akrab Rusydiyono-via telpon.

Sebelumnya. Satreskrim Polres Sumenep gencar menangkap pelaku judi online dan judi darat. Termasuk si bandar judi.

Royhanun Najib (22), warga Desa Prancak dan M. Helmi (25), warga Desa Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, dibekuk unit Resmob Polres Sumenep karena menjadi pelaku judi online.

Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Senin (22/08/2022) menyebut, penangkapan berawal dari nyanyian Helmi saat dibekuk di simpang tiga Desa Guluk-guluk. Menyebut nama Royhanun sebagai bandar judi online.

“Royhanun langsung ditangkap di samping sebuah toko di Desa Prancak,” kata AKP Widiarti.

BACA JUGA :  Ditanya Kemana Anggaran 35 M, Bupati Momon Bingung

Pada hari berikutnya: Warga Desa Pore, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep berinisial H (44) dibekuk unit Resmob Polres Sumenep saat asyik bermain judi online di salah satu warung.

“Tersangka ditangkap di sebuah warung degan di Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti, Rabu (24/08/2022).

Kata Widi, penangkapan judi online itu berawal dari informasi warga.

Anggota unit Resmob pun melakukan penyelidikan terkait judi online di wilayah Lenteng.

Setelah mendapat informasi pasti bahwa ada seseorang di warung degan yang tengah berjudi online, Tim Resmob melakukan penangkapan dan penggeledahan pada tersangka H.

Di Pamekasan. Sebanyak 16 pelaku judi diringkus jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan.

Pelaku judi tersebut diringkus di 2 lokasi berbeda. Lokasi pertama di sejumlah cafe di Pamekasan. Lokasi kedua di persawahan.

Operasi penangkapan pelaku judi, dilakukan Polres Pamekasan sejak tanggal 19 sampai 21 Agustus 2022.

Dua jenis judi yang disasar yakni judi online dan judi darat.

Kapolres Pamekasan AKBP Roqib Triyanto dalam keterangan pers yang digelar pada Selasa (23/8/2022) menjelaskan, operasi judi yang digelar kali ini atas instruksi dari Kapolri Jenderal Sigit Listyanto Prabowo untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat di tengah kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat.

“Operasi judi ini tidak ada korelasinya dengan desas-desus kasus judi yang diduga melibatkan Irjen Ferdy Sambo. Ini murni atas perintah Kapolri,” kata Roqib di hadapan sejumlah wartawan.

Adapu cafe yang jadi lokasi penangkapan judi online yakni cafe di eks stasiun di Jalan Trunojoyo, Cafe Bascamp di Jalan Kemuning, Cafe Legenda di Jalan Stadion.

Sedangkan judi darat digelar di sebuah gardu di Desa Bulangan Timur, Kecamatan Pegantenan.

Lokasi judi darat lainnya yakni di persawahan di Desa Klampar, Kecamatan Tlanakan. (*)

Komentar