Menu

Ribuan Nahdliyin Banjiri Shalat Jenazah KH Moh. Ma’ruf Rais Syuriyah MWC NU Gapura

Ribuan Nahdliyin Banjiri Shalat Jenazah KH Moh. Ma’ruf Rais Syuriyah MWC NU Gapura
Jenazah KH Moh. Ma'ruf, Rais Syuriyah MWC NU Gapura, saat hendak dibawa ke lokasi penguburan di komplek pemakaman keluarga di sebelah timur Madrasah Nurul Mannan Desa Banjar Barat, Selasa (21/01/2020). (Foto Rafiqi/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Ribuan Nahdliyin dari berbagai daerah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur banjiri pelaksanaan Shalat Jenazah KH Moh. Ma’ruf, Selasa (21/01/2020) pagi, di Masjid Al Munawwaroh Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura.

Mereka berbondong-bondong memadati lokasi yang hanya berjarak sekian meter dari rumah duka sejak sebelum jadwal yang ditentukan berdasarkan hasil musyawarah keluarga, yakni pukul 10.00 WIB.

Saking banyaknya para petakziah, shalat jenazah sampai dilakukan tiga kali, dengan Imam shalat pertama Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim pada pukul 09.52 WIB.

Karena dilaksanakan sebelum jadwal yang ditetapkan, warga NU masih terus berdatangan menembus rintik hujan untuk ikut menyalatkan jenazah Kiai Ma’ruf tahap kedua. Bahkan disusul tahap ketiga.

Selain Bupati Busyro Karim dan Ketua PCNU Sumenep, KH A. Pandji Taufiq yang menyalatkan di tahap pertama. Terlihat hadir para ulama dan tokoh masyarakat di wilayah Timur Daya menyusul pada shalat jenazah kedua dan ketiga.

Mereka di antaranya adalah si Celurit Emas, Budayawan KH D. Zawawi Imron, dan Rais Syuriyah MWC NU Dungkek KH. Raji Fawaid Baidlawi.

Usai pelaksanaan shalat jenazah ketiga yang diimami oleh KH Moh. Asy’ari Mz, jenazah Kiai Ma’ruf segera dibawa menuju lokasi pemakaman yang tak jauh dari rumah duka untuk dikebumikan.

Yang menakjubkan Mata Madura, dari dalam masjid hingga ke halaman, keranda yang memuat jenazah kiai sepuh nan kharismatik itu berjalan di atas tangan-tangan warga NU begitu saja.

Mengalir hingga kemudian diusung sampai ke lokasi penguburan di komplek pemakaman keluarga di sebelah timur Madrasah Nurul Mannan, beberapa ratus meter ke arah utara dari rumah duka.

Ketua PCNU Sumenep, KH A. Pandji Taufiq ketika sambutan mewakili keluarga besar Kiai Ma’ruf sebelum pelaksanaan shalat jenazah mengungkapkan, mendiang merupakan sosok panutan yang langka.

“Innalillahi wainna ilaihi raji’un, telah berpulang ke rahmatullah KH Moh. Ma’ruf, meninggalkan kita bersama. Beliau ini sungguh-sungguh sosok panutan. Salah satu azimat Nahdlatul Ulama di Kecamatan Gapura, bahkan Kabupaten Sumenep,” ujar Kiai Pandji, Selasa (21/01/2020).

Karena dalam menjalankan kehidupannya Kiai Ma’ruf sungguh-sungguh punya banyak hal yang harus diteladani oleh masyarakat, Kiai Pandji yakin beliau termasuk orang yang baik.

“Mari kita saksikan bahwa beliau adalah orang yang baik dan panutan kita bersama,” katanya mengajak para petakziah.

Kiai Pandji berharap semua hadirin dan hadirat, khususnya keluarga Kiai Ma’ruf, bisa meneladani amal shaleh beliau. Sehingga, nantinya bisa menjadi tokoh-tokoh paku yang baik di mata masyarakat.

“Saya atas nama keluarga menyampaikan permohonan maaf apabila beliau memiliki sikap dan perbuatan yang kurang baik, yang haqqul adami,” ujarnya.

“Mohon maaf yang tiada batasnya kepada hadirin dan hadirat juga segenap masyarakat, supaya beliau bergembira berpulang ke kekekalan yang bahagia di sisi Allah SWT,” imbuh Kiai Pandji.

Rafiqi, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Pilkada 2020

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Olahraga

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: