Menu

Rini Kusumawati; Bidan Bangkalan yang Jadi Vokalis Band Rock 

Rini Kusumawati; Bidan Bangkalan yang Jadi Vokalis Band Rock 
Bidan Rini Kusumawati yang biasa dipanggil Cinta Rini saat menyanyi di atas panggung. (matamadura)
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Bidan Rini tak seperti bidan pada umumnya. Jika gesture bidan sebagai profesi kalem dan super lembut.

Tak demikian dengan ASN Dinkes Bangkalan ini. Dia memiliki hobi pada daya tarik vokal music berbagai genre. Seperti rock, pop, reggae, hip hop, reggae rock, blues, jazz dan sebagainya.

Dia adalah Rini Kusumawati, yang biasa dipanggil Cinta Rini.

Perempuan kelahiran Trenggalek, Jawa Timur ini tergolong perempuan multitalenta.

Di sela berprofesi sebagai bidan, Rini sambil menyalurkan hobi menyanyi dan menjadi dosen di Akademi Kebidanan.

Hobi Rini menyanyi terasa sejak balita. Hingga berlanjut ke TK hingga SMP.

Di usia yang masih belia, Rini sudah terlatih di atas panggung. Pada usia yang remaja, Rini muda sudah sering meraih kejuaraan pop snger di event music dari tingkat kabupaten hingga kresidenan Kediri.

“Berlatih dan terlatih itu yang menguatkan karakter saya sebagai penyanyi. Menyanyi adalah darah dan hidup bagi saya,” kata Rini saat memulai iwawancara dengan Mata Madura, Senin (6/7/2020).

Darah seni vokal mengalir dalam pribadi Rini. Keseharian ia berpenampilan ala rocker.

Saat remaja penampilannya metal ala seorang rocker. Kecintaan terhadap musik rock ia tampakkan gaya rambut cepak, ala metal. Celana jeans sobek-sobek. Serta sepatu bots.

Itu fashions Rini saat remaja.

Penampilan ala rocker berlanjut saat Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) setelah lulus SMP.

Ada kejadian yang sempat menyiksa Rini saat di SPK. Sekolah melarang siswa-siswinya menyanyi.

Karena jiwa seni vokal tertanam dalam jiwanya. Rini tetap menyanyi. Sambil mencuri-curi waktu ikut lomba dan festival.

Di luar dugaan, Rini selalu Juara.

Penampilan Rini mulai berubah saat ia kerja menjadi bidan sambil melanjutkan pendidikan ke Akademi Kebidanan (Akbid) Poltekes Depkes, Trenggalek.

Ghairah Rini melanjutkan pendidikan kebidanan hingga ke jenjang S2, lulus tahun 2012.

Sejak 1992, Rini hijrah ke Bangkalan setelah menjadi PNS di Bidan Desa Puskesmas Tragah, Bangkalan.

Lalu Rini menjadi warga Kamal setelah bertugas sebagai Bidan Puskesmas Kamal, di tahun 1995.

Karena berprofesi sebagai Bidan Desa, Rini agak canggung memulai karir di dunia musik.

Karena hobi tak bisa dipendam. Kesukaan menyanyi kembali kambuh di awal 2014.

Rini memberanikan muncul di muka publik. Dia menyanyikan lagu pop rock gaya Islami.

Busana hijab saat bernyanyi menjadi gaya fashion baru Bidan Rini.

Meski tampil berhijab, Rini tetap manyanyikan musik rock dan pop.

Bagi Rini, bermusik itu tergantung niat. Musik bisa dimanfaatkan untuk keceriaan.

Pertama kali memulai karir musik di Madura. Rini mengikuti konser musik di Madura melalui grup Band Cakra Nada.

Sejak itu, Bidan Rini dikenal memiliki olah vokal lagu pop rock yang digandrungi banyak orang.

Ketenarannya membuka jejaring untuk banyak tampil di atas panggung untuk memenuhi udangan menyanyi.

Bagaimana Rini membagi waktu antara menyanyi dan menjalankan tugas bidan?

Putri kedua dari lima bersaudara ini, ternyata bisa membagi waktu. Tugas bidan menjadi hal utama. Menghadiri undangan menyanyi di luar jam tugas melayani masyarakat.

“Latarbelakang saya jadi bidan itu dari segi positif banyak sekali. Midwife (bidan) I love,” ucap Rini sambil tertawa lepas.

“Saya tidak meninggalkan profesi saya. Di balik kesibukan saya mengisi acara di berbagai event, tapi bidan tidak saya lupakan,” tambahnya.

Rini dikenal perempuan yang mudah bergaul. Senang mempunyai banyak teman.

Sering menghadiri undangan menyanyi. Banyak orang tak mengira jika dirinya juga berprofesi seorang bidan. Sebaliknya, saat menjalani profesi bidan, jarang orang mengerti kalau dirinya kerap menghadiri undangan menyanyi.

Selain memiliki hobi menyanyi. Rini juga menyempatkan menjadi dosen selama 7 tahun di AKBID Ngudia Husada Madura.

Selama menjadi dosen kebidanan, Rini dinobatkan sebagai dosen teladan dua periode.

Kini Rini tercatat sebagai pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan.

Tahun 2020, Rini merilis album music fatamorgana.

Rini bercerita, album fatamorgana lahir di tengah pandemi corona.

Job menyanyi di awal tahun untuk Rini tergolong banyak. Tapi semua jadwal itu tertunda karena dampak pandemi.

Di tengah pandemi corona, Rini mengaransement lagu fatamorgana yang sempat ia ciptakan di tahun 2013.

Rini bercerita, beberapa kali gagal take vokal album fatamorgana karena teringiang ayahnya.

“Semua sudah siap. Tapi tak mampu melanjutkan karena terngiang wajah ayah yang meninggalk 11 tahun lalu. Ayah itu sosok yang baik. Selalu datang dalam anganku. Rindu banget pada ayah. Orangnya supel, gak pernah marah. Ayah sangat care pada Rini,” kenang Rini.

Album Fatamorgana yang sudah dirintis Rini sejak 2013. Albumnya berupa CD berisi 6 lagu termasuk fatamorgana.

CD-nya laris di pasaran bagi penggemar rock Jawa Timur.

Pada 2018, Rini kembali bergabung dengan para musisi Bangkalan. Rini merombak arransmen lagu fatamorgana. “Alhamdulilah jadi di-arransmen berkat kerja tim dan kawan-kawan,” jelasnya

Klip Lagu Fatamorgana

Lagu Fatamorgana berisi tentang cinta universal.

Bercerita cinta yang kuat, cinta yang tak bisa hilang sepanjang hidup.

“Meskipun sosok yang kita cintai, sudah tiada,” terang Rini.

“Bagi yang penasaran lagu saya, coba dipantengi channel YouTube Rini Kusumawati. Kami upload album perdana bejudul fatamorgana dan lagu lainnya,” promo Rini.

Syaiful, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan
Lowongan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Tasawuf

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: