Menu

Selain Rasa, Kehadiran Garam ‘Ibu Bijak’ Cukup Membantu Petani Garam Rakyat

Selain Rasa, Kehadiran Garam ‘Ibu Bijak’ Cukup Membantu Petani Garam Rakyat
Dirut PT. Garsindo Anugerah Sejahtera, Yohannes Sugiarto (pegang garam beryodium 'Ibu Bijak'). (Foto Rusydiyono, Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Kehadiran PT. Garsindo Anugerah Sejahtera akan menjadi angin segar bagi petani garam di Madura, termasuk di Kabupaten Sumenep.

Pasalnya, perusahaan yang memproduksi garam beryodium ‘Ibu Bijak’ ini mengembangkan usaha pencucian dan pengolahan garam. Sehingga, keberadaannya memungkinkan serapan garam rakyat akan meningkat.

Link Banner

Direktur Utama PT. Garsindo Anugerah Sejahtera, Yohannes Sugiarto menerangkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya itu bergerak di bidang usaha pencucian dan pengolahan garam di Sumenep.

Yohannes mengaku termotivasi mengembangkan usahanya tersebut, karena Madura, khususnya Sumenep merupakan sentra garam rakyat terbesar di Indonesia.

Link Banner

Yohannes termotivasi untuk berinvestasi di kabupaten unjung timur Pulau Madura ini, dengan mendirikan pabrik baru pada lahan yang dimiliki sebelumnya, tepatnya di jalan Baypas Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget dan sudah memiliki legalitas resmi.

Saat ini, perusahaan tersebut baru bisa memproduksi awal sebagai trial and error untuk mencoba mesin baru pada gudang A sambil memulai memasang mesin di gudang B pada lingkungan pabrik dengan menggunakan bahan bakar LNG.

“Bahan baku garam kami beli dari petani garam lokal yang ada di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep,” jelas Yohannes, Selasa (4/05/2021) kepada awak media.

Pimpinan perusahaan yang memproduksi garam dapur beryodium itu memiliki komitmen tinggi untuk tidak menggunakan garam impor sebagai bahan produknya. Sebab, dia menilai kualitas garam lokal tidak kalah dengan garam import.

“Termasuk tenaga kerjanya, sejak awal mendirikan berasal dari tenaga lokal desa setempat, terkecuali tenaga teknis khusus didatangkan dari Surabaya,” aku Yohannes.

Yohannes juga menegaskan, garam beryodium produksinya itu dijamin halal. Dan sudah bisa beredar di Sumenep, termasuk pengemasannya. Di mana Sebelumnya beredar dengan kemasan dari Gresik.

Lain daripada itu, produk yang dihasilkan berkualitas, higienis, halal dengan landasan kasih. Yohannes mamastika bisnisnya bukan hanya berorentasi pada keuntungan semata, melainkan untuk membangun bangsa menuju masa depan lebih baik.

“Perusahaan kami akan mewujudkan prinsip simbiosis mutualisme yang membawa dampak baik terhadap lingkungan dimanapun perusahaan berada,” imbuhnya.

Dari sisi serapan tenaga kerja, PT Garsindo Anugerah Sejahtera yang memproduksi garam beryodium ‘Ibu Bijak’ sudah mempekerjakan kurang lebih 200 orang.

“Perusahan ini sudah menyerap tenaga kerja yang saat ini berjumlah 200 tenaga kerja dari desa setempat,” sebutnya.

Terakhir, Yohannes mengurai tentang pembelian garam rakyat. Pihaknya membeli dengan harga cukup tinggi yakni Rp 700 ribu per ton.

“Kualitas garam Sumenep cukup bagus, jadi kami beli harga garam lebih tinggi,” ungkapnya.

Tidak hanya mengolah garam, PT Garsindo Anugerah Sejahtera mempunyai jenis usaha proses pengolahan industri bumbu masak, garam komsumsi, kecap dan saos sambal kemasan yang diedarkan dengan kemasan plastik.

PT Garsindo Anugerah Sejahtera sendiri merupakan perusahaan industri pengelolaan garam beryodium yang terpusat di Jalan Mayjen Sungkono Gresik dan berdiri sejak tahun 2017 lalu.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Disway

Catatan

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: