Menu

Stand Kuliner Etnik dan Pernik Lampion Seperti Bukan Festival Kuliner di Sumenep

Stand Kuliner Etnik dan Pernik Lampion Seperti Bukan Festival Kuliner di Sumenep
Stand Kuliner yang bernuansa etnik dan dihiasi pernik lampion menambah suasana malam Festival Kuliner terlihat indah. (matamadura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP– Pembukaan Heritage Culinary Festival yang digelar di area Taman Bunga Sumenep, Madura, Sabtu malam (12/10/2019) berlangsung meriah.

Udangan dari Kementrian Parawisata tampak takjub. Aneka tarian kolosal dan view digital etnik menegaskan kegiatan yang mengambil tema pengurangan penggunaan limbah plastik, berlangsung sukses.

Ada 68 stand kuliner yang diikuti pelaku UMKM dan produk unggulan TP PKK Sumenep sengaja didesain khas etnik Madura. Bahan stand kuliner teraksesoris bahan daun kering pohon kelapa dan pohon siwalan.

Pernak pernik lampion menambah suasana malam Festival Kuliner seakan bukan berlangsung di Kota Sumenep. Pengunjung seperti diantar ke suasana kota-kota besar.

Sebagaimana dikatan Ibu Dini, yang sempat berbisik ke anaknya.

“Wih, suasananya kok seperti di Surabaya atau Jogja,” bisik ibu tiga anak ini, yang terdengar Mata Madura saat melintas depan stand etnik kuliner.

Bupati Sumenep, KH A. Busyro Karim dalam sambutan pembukaan mengatakan, kegiatan Festival Kuliner Madura sengaja digelar tiap tahun untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan wisata Sumenep.

“Sumenep ini kaya budaya dan wisata. Dari segi budaya ada seni topeng dan Kaldu Kokot sebagai warisan kuliner,” terang Bupati Kiai Busyro.

Menurut Bupati Kiai Busyro, kekayaan wisata yang dimiliki Sumenep berupa keindahan alam dan peninggalan sejarah yang menjadi andalan. Seperti, Pulau Oksigen, Kasur Pasir, Keraton, dan wisata religi.

Usai resmi dibuka kegiatan Festival Kuliner, Bupati dan tamu undangan Kemenpar serta Chef Juna Rorimpandey dan Chef Profesional, Chef Budi melihat stand etnik dan pertunjukan Topeng Dhalang Remaja yang berlangsung di Lapangan Gotong Royong.

Warga Sumenep terlihat antusias mengunjungi stand kuliner. Stand A-Manis yang menjajakan andalan menunya sudah terborong habis diburu pengunjung sebelum grand opening berlangsung.

“Maaf, kalau makanan sudah habis. Tinggal minuman saja,” ucap Atin, salah satu penjaga stand A-Manis saat dikunjungi Mata Madura.

Salah seorang pengunjung asal Kolor, IFA, mengaku sengaja datang di acara pembukaan karena ingin melihat Chef Juna Rorimpandey.

Kegiatan Festival Kuliner berlangsung hingga Minggu malam.

Pada Minggu pagi, akan tersaji 750 porsi Kaldu Kokot untuk memecahkan rekor dunia dari Lembaga Prestasi Rekor Indonesia Dunia (Leprid).

Setelah itu, digelar Workshop Kuliner Bersama Chef Juna di Gedung Adi Poday.

Untuk mempromosikan wisata Sumenep, panitia juga menggelar lomba vlog yang diikuti para milineal Madura dan pelaku wisata.

hambali rasidi

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Lowongan

Ra Fuad Amin

Budaya

Kerapan Sapi

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional