Menu

Student Exchange ke Jepang, Syauqan Wafiqi: Belajar Ciptakan Penemuan Baru

Student Exchange ke Jepang, Syauqan Wafiqi: Belajar Ciptakan Penemuan Baru
Syauqan Wafiqi (baju biru), salah satu mahasiswa AKNS peserta Student Exchange ke Jepang saat berofoto bersama teman-temannya di Kanagawa Institute of Technology (KAIT) di Atsugi, Prefektur Kanagawa, Jepang. (Foto for Mata Madura)

matamduranews.comSUMENEP-Syauqan Wafiqi, salah satu mahasiswa asal Sumenep kini tengah berada di Jepang. Berhasil lolos seleksi program pertukaran pelajar (student exchange) di Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) sebagai induk Akademi Komunitas Negeri Sumenep (AKNS), hingga mengikuti seleksi selanjutnya di Kemenristek Dikti RI, ia berkesempatan menimba ilmu dan wawasan di Negeri Sakura itu.

Bersama 1 teman sekampusnya dan 8 mahasiswa lain dari berbagai daerah di Indonesia, Ikon-panggilan mahasiswa Jurusan Teknik Informatika AKNS tersebut, sudah berangkat ke Jepang sejak 09 Oktober lalu. Di sana ia mengaku belajar banyak hal, mulai dari tingginya tingkat kedisipilinan hingga bagaimana generasi muda Jepang menciptakan penemuan-penemuan baru.

Bagaimana keseruan Ikon selama mengikuti Student Exchange di Negeri Matahari Terbit tersebut? Berikut hasil wawancara eksklusif Rafiqi, Redaktur Pelaksana Mata Madura, pada Jumat, 26 Oktober lalu. Wawancara yang dilakukan melalui pesan WhatsApp ini dijawab Ikon di tengah kesibukannya menggarap sebuah proyek penelitian tentang ‘Sound Recognition’.

***

Bagaimana ceritanya Ikon bisa terpilih dan ikut program Student Exchange ke Jepang?

Pertama, itu seleksi oleh pihak kampus, Kak. Setelah itu, yang layak kemudian diajukan untuk diseleksi lagi oleh pihak PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya). Kemudian aku lulus tes dari PENS, tapi masih ada persyaratan lagi yaitu harus menunjukkan skor TOEFL. Aku ujian TOEFL dan alhamdulillah lulus dari standar yang ditentukan PENS.

Kapan masing-masing ujian itu dilaksanakan? Dan dari AKNS sendiri berapa orang yang ikut dan akhirnya lolos?

Kalo seleksi awal sudah gak inget berapa orang. Cuma pas seleksi yang dari PENS itu tinggal 4 orang terbaik yang dipilih AKNS. Tapi yang lolos ada 2 orang, aku (Syauqan Wafiqi) dan Hamdan Nasrullah.

Kapan go to Jepang dan sudah berapa lama di sana sampai sekarang?

Berangkatnya dari tanggal 9 Oktober, sampai (di Jepang) tanggal 10. Dan sekarang (26 Oktober, red) sudah hari ke-16.

Akan berlangsung berapa lama program Student Exchange di situ?

Sebulan. Tanggal 9 November nanti sudah depart (dari Jepang).

Apa saja agenda di Jepang selama sebulan? Dan apa yang sudah berjalan sampai sekarang?

Kalo di labku sih belajar tentang sound. Agenda umumnya belajar tentang clasical art Jepang seperti kimono, lukisan gulung, dan lainnya. Kemarin jalan-jalan ke Ceatec, salah satu pameran teknologi terbesar di Jepang, dan ke beberapa tempat lainnya.

Penelitianku selama di sini tentang Sound Recognition.

Bisa dijelaskan Sound Recognition itu apa?

Menganalisa suara, Kak. Atau sederhananya seperti mengajari komputer agar mengenali suara. Atau di sini kita belajar kecerdasan buatan, membuat komputer menjadi cerdas.

Di kampus mana Ikon belajar dan tinggal?

Di KAIT (Kanagawa Institute of Technology) di Atsugi, Prefektur Kanagawa. Tinggalnya di apartemen. Kayak kosan lah. Ke kampus sekitar 1 km.

Selain Ikon, berapa orang yang ikut program Student Exchange dari Indonesia?

Semuanya ada 10. Cuma 6 orang di KAIT (Kanagawa Institute of Technology), sisanya di TUT (Toyohashi University of Technology).

Bagaimana perasaan Ikon saat terpilih sebagai salah satu peserta Student Exchange?

Pastinya seneng lah… karena bisa mengenalkan Indonesia di sini.

Lalu apa kesan setelah menjalaninya sekarang?

Bisa belajar banyak hal, baik dari kedisiplinan, saling menghormati perbedaaan budaya, Bahasa, dan belajar bagaimana generasi muda di sini bisa menciptakan penemuan-penemuan baru. Dan uniknya, (di sini) kita bisa bertukar kebudayaan, baik Jepang dan Indonesia.

Adakah kesulitan selama mengikuti Student Exchange, misalnya di komunikasi atau apalah?

Kalo komunikasi, jelas iya. Karena meski bahasa Inggris, tetap aksen Jepang so sulit dimengerti. Tapi sekrang udah lumayan dimengertilah, karena terbiasa dan juga terbantu dengan google translate.

Apa yang Ikon pikirkan atau rencanakan setelah mengikut Student Exchange nanti?

Pertama, improve bahasa Inggrisku, Kak. Kedua, belajar bagaimana tradisi Jepang, seperti cara berterima kasih dan hal-hal yang tidak disukai orang Jepang. Kemudian merencanakan apa yang harus dilakukan di sini, takut mempermalukan bangsa lah.

Maksud kami, sepulang dari sana nanti Ikon punya rencana apa setelah sudah dapat hal-hal baru?

Ohhh… kalo itu aku mau mengaplikasikan bagaimana kedisiplinan selama di sini benar-benar dipertahankan. Di sini hal-hal kecil diperhatikan, bahkan sampah juga diperhatikan. Akan berusaha mempengaruhi lingkungan keluarga dan teman untuk melakukan itu lah.

Bisa diceritakan kenapa Ikon tertarik mengikuti Student Exchange? Berdasarkan inisiatif sendiri atau ada pihak yang mendorong?

Ohh, belajar di luar negeri bukan karena ada dorongan atau apa. aku memang punya impian ini dari dulu, Kak. Apalagi ketika menyaksikan beberapa orang Indonesia bisa sukses membawa nama baik negara, aku merasa iri. Mungkin ini adalah step awalnya, Kak (emoji nyengir).

Saat terpilih, bagaimana respon orang tua?

Aku bisa berada di sini juga karena dukungan penuh dari orang tua, Kak. Apalagi bapakku yang memang ingin menyekolahkanku di luar negeri, tapi ya karena biaya yang …(emoji malu-malu)… So gara-gara ini bapakku bangga banget lah.

Ingin bilang apa sama Bapak dan Ibu?

Makasih. Karena mereka aku bisa berda di sini (emoji nyengir). Ini hanya hal kecil yang bisa membuat mereka bahagia.. dan selanjutnya aku yakin bisa lebih dari ini (emoji tersenyum). (*)

 

Biodata

Nama: Syauqan Wafiqi | Tetala: Sumenep, 08 Februari 1998 | Orang tua: Bapak: Musthafa, Ibu: Zainiyah

Riwayat Pendidikan: TK Ruhul Islam Almuntaha Gapura Timur, Gapura, Sumenep | MI & MTs. Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur, Gapura, Sumenep | SMK Ibrahimy 1 Sukorejo, Situbondo

Pengalaman Organisasi: Komunitas Kobhung Gapura Timur (kelompok seni dan budaya) | OSIS MTs. Nasy’atul Muta’allimin Gapura Timur | OSIS SMK Ibrahimy 1 Sukorejo | IKSASS Rayon Sumenep (organisasi santri dan alumni Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo) | BEM Akademi Komunitas Negeri Sumenep (AKNS)

Hobi: Membuat proyek komputer dan traveling

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: