Tahun Baru: Mindset Baru dan Harapan Baru

Banyak perspektif dalam memaknai tahun baru. Tapi kita tetap sepakat bahwa esensi dari tahun baru adalah upaya gerakan introspeksi, refleksi, dan reorganisasi holistik untuk menata kembali sistem berkehidupan kita agar lebih berkualitas. Spirit reorganisasi  berkehidupan sejatinya menjadi kerja wajib demi mewujudkan postur kehidupan yang lebih elegan, maju, dan bermartabat. Misalnya, secara sektor ekonomi, pendidikan, dan karakter personalitas.

Semua itu penting dilakukan untuk memunculkan hasil yang maksimal dan memuaskan. Tahun baru 2022 harus menjadi media introspeksi bersama mulai dari kaum muda hingga lintas generasi atau dari kaum melarat hingga pejabat untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik dan bermartabat. Baik dalam konteks kehidupan personal maupun sosial.

Pada konteks personal, misalnya kita perlu melakukan perubahan mindset yang lebih terarah sebagai pondasi untuk membangun budaya pikir kreatif, inovatif dan produktif, agar cita-cita untuk menjadi orang sukses bisa dicapai di tahun 2022. Semua itu tentunya perlu ditopang dengan ketangguhan mental dan semangat religiusitas yang utuh untuk mewujudkan semua harapan yang telah ditarget di tahun 2022, karena dengan mental yang tangguh akan membentuk kehidupan pribadi yang stabil dan harmonis.

Begitu pun dalam membangun kerangka kehidupan keluarga, bermasyarakat hingga berbangsa dan bernegara. Mindset yang positif sangat menjadi kunci dalam mencapai kehidupan yang harmonis yang penuh dengan kesuksesan dan kemajuan.

Yang jelas, semua harus kembali pada upaya introspeksi dan refleksi, supaya kita menemukan banyak hal yang harus dilakukan dan dikembangkan di tahun 2022. Catatan suram yang kita temukan di tahun sebelumnya harus menjadi pekerjaan prioritas untuk dituntaskan ditahun 2022.

Semua itu akan bisa dilakukan dengan maksimal apabila kita bertekad untuk merubah mindset agar cita-cita untuk menciptakan peradaban baru, dan cara hidup baru bisa dicapai dengan sempurna.

Dalam konteks birokrasi, kita berharap para birokrat kita dari lapisan bawah hingga atas hendaknya menjadikan tahun baru sebagai media tafakur bersama untuk mempertajam komitmen, menata mental, membangun budaya kerja yang inovatif, yakni dengan mengubah mental KKN menjadi mental pelayan rakyat yang sesungguhnya, karena taraf kemajuan berkehidupan kita bisa dicapai tergantung pada sejauh mana kualitas peran para birokrasi kita dalam menjemput perubahan.

Bagi birokrasi tahun baru harus menjadi media transformasi untuk menumbuhkan spirit pengabdian yang totalitas terhadap masyarakat, apalagi di tahun sebelumnya banyak melakukan kesalahan dan penyimpangan.

Output refleksi tahun baru 2022 akan menghadirkan makna yang reformatif ketika diniatkan untuk menghadirkan komitmen dan spirit baru untuk tidak korupsi pada setiap melaksankan tugas kepemerintahannya, dan menjadikan mental KKN sebagai musuh sentralnya.

Selain itu, penting bagi para birokrasi membangun kultur pelayanan publik yang berkeadilan yakni bangkit dari semangat minta dilayani menjadi semangat melayani. Dari mental proyek ke mental prospek, yaitu semangat membangun segala aspek kebutuhan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Masih segar di memori kita bahwa Kota Keris ini beberapa waktu lalu melaksanakan Pilkades Serentak dan tak lama kemudian para kepala desa terpilih dilantik atau disumpah jabatan. Kita berharap mereka menjadi penggerak perubahan dan menggencarkan pembangunan secara  terstruktur dan massif sesuai dengan janji yang sudah diucapkan pada masyarakat yakni menggiring visi dan misinya selama menjalankan tugas kepemerintahannya. Baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

Semua itu penting dilakukan sebagai cara menghadirkan keadilan pembangunan yang merata. Tak kalah penting juga para kepala desa yang sudah dilantik terus menerus melakukan upaya updating informasi dan aspirasi agar bisa terus mengikuti segela dinamika dan problematika masyarakatnya secara konfrehensif, sehingga pada gilirannya kepala desa bisa dengan saksama membaca apa yang menjadi percakapan dinamisnya terkait kebutuhan riil masyarakatnya dari waktu ke waktu. Baik yang disampaikan secara  verbal maupun media sosial.

Mental leadership dan mindset yang sehat para birokrat akan menentukan optimisme masa depan masyarakatnya menuju tahun 2022 yang lebih baik.

Kemudian dengan perubahan mindset yang kuat pemerintah akan mampu mengubah cara pandang dan menciptakan budaya politik yang meritokratif, yakni politik yang anti kolutif dan nepotisme. Maka dalam konteks kita sebagai birokrasi sejatinya itu yang harus menjadi ruh resolusi menghadapi tahun baru 2022. Tanpa melakukan itu semua tahun baru hanya akan menjadi hantu gentayangan tanpa memberi makna yang signifikan untuk perubahan yang lebih baik.

BACA JUGA :  Etnis Tionghoa Di Madura: Interaksi Sosial Etnis Tionghoa dengan Etnis Madura di Sumenep Madura

Idealnya di tahun 2022 ini, profesi apapun yang kita geluti perubahan mindset harus dilakukan dengan serius sebagai cara untuk mengubah kerangka hidup dengan cara yang lebih bermutu dan berprestasi, karena dari perubahan mindset yang positif akan menggiring kehidupan kita pada masa depan yang  bermartabat. Misalnya untuk mengawali tahun 2022 kita lebih menegaskan diri dengan langkah-langkah yang kongkret, seperti menentukan visi-misi, berpikir positif, optimis, pantang menyerah, fokus, dan selalu memotivasi diri secara terus menerus. Maka, cara yang seperti inilah yang akan memperkuat diri kita untuk meraih keberhasilan yang  maksimal.

Mindset yang positif akan menganggap bahwa pengalaman buruk di tahun 2021 akan diletakkan sebagai guru terbaik untuk mengarungi tahun 2022 dengan gairah hidup yang lebih semangat. Karena itu, penting menghindari sikap pesimis dan penyesalan yang berujung keputusasaan.

Begitu pula ragam pengalaman pahit yang terjadi di tahun 2021 cukup dijadikan cambuk untuk melangkah lebih maju sesuai profesi dan bidang kerja yang kita lakukan selama ini.

Perlu dipahami bahwa di dunia ini tidak ada perubahan hidup yang datang secara gratis tanpa tekad dan etos kerja yang sungguh-sungguh. Maka harapan besar kita untuk berhasil mengubah nasib hidup hanya menjadi mimpi belaka ketika mengabaikan tekad dan etos kerja. Sebagaimana jargon para pebisnis bahwa barang dikatakan terjual ketika ada yang membeli. Artinya, kesuksesan itu bisa didapat ketika kita  bisa membangun tekad dan kerja keras yang maksimal.

Kini di masyarakat kita masih berkembang sebuah logika yang sangat keliru dalam memandang tentang nasib seseorang, bahwa nasib hidup dan kegagalan seseorang adalah karma atau sebuah kutukan hidup yang tidak bisa diubah dengan strategi apa pun sampai akhir hayat. Sebab, itu sudah suratan takdir atau sudah menjadi garis tangan.

Tentu saja hal tersebut membuat sebagian mereka menjadi putus asa dan mengalami “down mental”, apalagi bagi keluarga yang minim literasi dalam melihat dan mendefinisikan sebuah kehidupan. Tak jarang dampak dari keyakinan semacam itu membuat sebagian masyarakat ada yang depresi, putus asa, bahkan stres penyakit kronis lainnya.

Dengan mindset yang kuat ke depan hendaknya kita selalu berpikir logis dan realistis dalam menyikapi realitas kehidupan dengan penuh keyakinan bahwa yang mengubah nasib seseorang kuncinya adalah doa, kerja keras, dan kerja cerdas.

Mari ubah nasib buruk personal kita untuk lebih baik dan produktif dengan cara mengubah mindset. Di tengah kehidupan yang penuh persaingan dan tantangan saat ini tentu saja tidak cukup kita hanya berbekal harapan dan pengetahuan, tapi yang lebih kongkret adalah harus mendisrupsi diri untuk beradaptasi agar kehidupan kita tidak tersingkir dengan keadaan yang terus mengalami kebaruan dan perubahan yang sangat drastis.

Oleh karena itu, sebaik-baik kita ketika kondisi hidup hari ini lebih baik daripada hari kemaren. Dari mindset yang yang positif tersebut kita akan mampu mengubah cara pandang dan cara kerja kita untuk mencapai kemandirian diri yang paripurna di tahun 2022. Kesalahan demi kesalahan yang dilakukan di masa sebelumnya ditarget untuk tidak diulang kembali, kemudian bertekad untuk dibenahi total di masa mendatang agar hidup kita terhindar dari predikat manusia celaka yang serba nestapa.

Tahun baru 2022 akan menjadi berkah yang melimpah ketika kita berhasil mengubah mindset untuk menjadi pribadi yang sukses baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, dan pembentukan karakter diri.

Selamat menempuh tahun baru 2022 dengan mindset baru. Bagi kita yang ingin menghadirkan perubahan besar tentunya harus segera mengubah mindset yakni mengubah cara berpikir negatif menjadi positif demi merajut keberhasilan dan kesuksesan untuk menuju masa depan yang lebih cerah, dan kita sangat yakin tanpa mengubah mindset otomatis hidup kita menjadi tawanan masa lalu dan akan diperbudak oleh masa depan.

“Kehidupan sejati dijalani ketika perubahan kecil terjadi” (Leo Tolstoy).

*) Mochlis Al-Bath adalah Pemuda Desa Juruan Daya, Batuputih, Sumenep

Komentar