Menu

Tim SAR Gabungan Temukan Pemuda Sampang yang Melompat di Jembatan Suramadu

Tim SAR Gabungan Temukan Pemuda Sampang yang Melompat di Jembatan Suramadu
Sepeda motor Supra 125 bernopol L 5250 LB dengan kunci yang masih melekat ditinggal Mastoki di bentang tengah Jembatan Suramadu, Kamis dini hari. (tangkapanvideo)

matamaduranews.comBANGKALAN-Pencarian Tim SAR gabungan mencari Mastoki (30) pemuda asal Dusun Paleh Tengah, Desa Karang Nangger, Omben, Sampang yang melompat dari bentang tengah Jembatan Suramadu berbuah manis.

Pada Sabtu (11/09/2021) pukul 07.30 WIB. Tim SAR gabungan menemukan pemuda Sampang dalam kondisi terapung dan keadaan meninggal dunia.

“Korban ditemukan meninggal dunia di sekitar 200 meter dari Jembatan Suramadu ke arah barat,” terang Kepala Kantor SAR Surabaya, Hari Adi Purnomo Sabtu kepada wartawan.

Selama pencarian korban, tim gabungan tidak menemukan kendala apapun.

“Memang angin cukup kencang, ombak tidak terlalu tinggi, namun kami hanya sulit memprediksi arah korban yang terseret arus,” tambahnya.

Pasca ditemukan korban langsung di bawa ke RSUD Soetomo Surabaya dan sudah diketahui oleh pihak keluarga.

“Korban sudah ditemui oleh pihak keluarga di dr. Soetomo Surabaya,” jelasnya.

Diberitakan Mata Jatim sebelumnya, ada video sepeda motor Supra 125 bernopol L 5250 LB dengan kunci yang masih melekat ditinggal pemiliknya di bentang tengah Jembatan Suramadu tersebar luas di sejumlah aplikasi media sosial.

Dalam video itu, terlihat dua pemuda dan dua polisi lalu lintas Suramadu sedang menghampiri sepeda motor yang ditinggal.

Petugas polisi terlihat membukanya jok motor. “Bunuh diri lagi, jadi konten Suramadunya,” ucap pemuda itu dalam video.

Kabar viral ada pengendara melompat dari Jembatan Suramadu diketahui banyak orang. Salah satunya Ibrahim. Dia salah satu kakak ipar Mastoki.

Ibrahim bercerita, pukul 22.00 WIB, dirinya sempat dihubungi Mastoki untuk meminjam sepeda motornya.

Tak lama berselang. Mastoki menelpon dan mengabari jika sepeda motornya agar diambil di bentang tengah Jembatan Suramadu.

“Setelah Mastoki nelpon Ibrahim. Telpon genggam korban langsung tak aktif,” terang Kasatpolair Polres Bangkalan, AKP Arif Djunaidi meniru cerita Ibrahim.

Karena telpon Mastoki tak aktif. Ibrahim langsung menuju bentang tengah Jembatan Suramadu untuk mengecek adik ipar sekaligus motor yang dipinjam.

Mastoki diduga bunuh diri dengan meloncat dari atas Jembatan Suramadu, setelah meninggalkan sepeda motor Supra X 125 warna hitam putih Nopol L 5250 LO.

Sumber: Mata Jatim

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Yono

matajatim.id

Disway

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: