Tinjau Pemberangkatan Kapal Mudik Gratis, Bupati Sumenep Pastikan Tak Ada Pungutan

matamaduranews.comSUMENEPBupati Sumenep Achmad Fauzi meninjau pemberangkatan kapal mudik gratis lebaran Idul Fitri 1443 H, Senin, 25 April 2022 pagi.

Bupati Achmad Fauzi meninjau langsung pembarangkatan mudik menggunakan Kapal Dharma Bhakti Sumekar (DBS) III di Pelabuhan Kalianget untuk memastikan program mudik gratis untuk warga kepulauan tersebut berjalan lancar dan aman.

“Saya sengaja hadir di tengah-tengah masyarakat hari ini ingin memastikan bahwa dalam program mudik gratis ke kepulauan benar-benar tidak ada oknum nakal yang melakukan pungutan ataupun tindakan di luar ketentuan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Achmad Fauzi sempat mendapat laporan jika ada penarikan biaya tiket kepada penumpang kapal dalam mudik gartis itu. Namun, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada pihak terkait.

“Saya telah menanyakan masalah penarikan biaya tiket, ternyata ada beberapa penumpang naik sebelum memiliki karcis atau tiket, sehingga pihak kapal setelah memeriksa tidak mempunyai tiket ditarik karcis,” jelasnya.

Untuk mudik gratis warga kepulauan lebaran tahun ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan sejumlah kapal, di antaranya kapal Perintis, kapal Dharma Kartika, kapal Satya Kencana, dan DBS III.

BACA JUGA :  Pasca Diprotes Komisi A, Rumah Kost Harian di Bangkalan itu Ditutup

Bupati Achmad Fauzi menyampaikan, Pemkab Sumenep memprogramkan mudik gratis ke kepulauan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kepulauan, guna mendapatkan akses transportasi yang aman dan nyaman jelang lebaran.

“Jadi, saya juga minta para penumpang mematuhi segala aturan atau persyaratan untuk mengikuti program mudik gratis ini. Begitu pula dengan pihak kapal tolong perhatikan kapasitas penumpang, jangan sampai melebihi batas demi keselamatan penumpang,” pesan suami Nia Kurnia itu.

Ikut mendampingi Bupati Achmad Fauzi meninjau pemberangkatan kapal mudik gratis di Pelabuhan Kalianget tersebut, Dandim 0827 Letkol Inf. Nur Cholis dan Kapolres Sumenep AKBP Rahman Wijaya. (*)

Komentar