Tokoh NU di Sapudi Sumenep Meninggal Tak Wajar, Pemuda Ansor: Perlu Diungkap Secara Transparan

matamaduranews.com-Meninggalnya Ustadz Sumarwan,50, Ketua Ranting NU Desa Kalowang, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Sumenep menjadi pertanyaan banyak pihak.

Sebab, almarhum dalam kondisi sakit. Tapi ditemukan meninggal dunia oleh warga di dalam sumur yang berjarak lebih 1 km dari rumah tempat tinggal almarhum pada Sabtu sore, 17 September 2022.

Abd. Salam, salah satu pemuda Desa Kalowang kepada Mata Madura mengatakan, sebelum ditemukan meninggal dunia. Almarhum diketahui sedang berbaring sakit di rumahnya. Almarhum Ustadz Sumarwan disebut tak bisa berjalan.

“Almarhum tak bisa pergi ke kamar mandi karena kondisinya sedang sakit,” cerita Salam via WhatsApp, Sabtu malam, 17 September 2022.

Sementara, kata Salam, sumur yang menjadi lokasi ditemukan almarhum berjarak sekitar 500 meter dari rumah almarhum jika diukur lurus.

“Kalau ikut jalan normal. Jaraknya lebih satu kilo meter,” kata Salam menambahkan.

Salam tak bisa memberi kesimpulan atas meninggal Ustadz Sumarwan.

“Belum bisa memberi kesimpulan atas meninggalnya almarhum. Biar aparat kepolisian yang mengungkap,” ucap pemuda Desa Kalowang yang kerap menyuarakan penindasan dan ketidakadilan ini.

Kendati demikian, Salam menyebut indikator ketidakwajaran yang menimpa almarhum. Seperti kain sarung yang terlilit di leher begitu ketat saat dievakuasi dari dalam sumur.

Piek, aktivis NU Desa Kalowang mengaku terpukul atas meninggalnya Ustadz Sumarwan.

Piek merasa kehilangan. Sebagai aktivis NU Kalowang. Piek mengakui ketulusan pribadi almarhum dalam mengabdi kepada organisasi keagamaan (NU) yang dilahirkan KH Hasyim Asyari dan ulama lainnya.

Sepanjang hidup almarhum Ustadz Sumarwan mendedikasikan dirinya terhadap umat, agama dan NU.

Selain bertani. Ustadz Sumarwan mengajari anak-anak kampung mengaji Al-Quran. Mengajar di madrasah (sekolah keagamaan) dan mengabdi di organisasi NU tingkat desa.

“Almarhum dihormati karena dedikasi yang tulus terhadap Islam dan organisasi yang dilahirkan ulama,” tutur Piek saat dihubungi via telp Sabtu malam (17/9/2022).

Sementara itu, Misyanto-aktivis Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gayam berharap aparat kepolisian bisa mengungkap ketidakwajaran yang menimpa almarhum secara transparan.

“Saya hanya berharap petugas kepolisian bisa mengungkap secara transparan apa yang terjadi sehingga almarhum ditemukan meninggal dunia di dalam sumur,” ucap mantan Ketua GP Ansor Kecamatan Gayam, Sapudi, Sumenep ini kepada Mata Madura, Sabtu malam.

BACA JUGA :  Breaking News: Innalillahi..Irwan DA 2 Berduka

Kendati demikian, Misyanto bersama aktivis GP Ansor Gayam mengaku sedang melakukan investigasi atas meninggalnya almarhum Ustadz Sumarwan.

“Kami bersama teman-teman Ansor akan bertakziyah ke keluarga almarhum. Sekaligus melakukan investigasi,” kata Misyanto menambahkan.

Misyanto mengenal almarhum cukup lama. Sejak aktiv di GP Ansor Gayam. Misyanto kerap bertemu Ustadz Sumarwan jika melakukan kegiatan ke-ansoran di Desa Kalowang.

“Almarhum orangnya pendiam. Sabar. Murah senyum. Tak banyak bicara,” kenang Misyanto.

Seperti diketahui, pda hari Sabtu 17 September 2022 pukul 16.00 WIB bertempat di sumur pinggir sawah Dusun Nyamplong, Desa Nyamplong Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Ustadz Sumarwan ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia.

Sehari sebelumnya. Jumat pagi, 16 September 2022. Keluarga almarhum mengabarkan jika Ustadz Sumarwan tak ada di rumahnya, di Dusun Palotanan, Desa Kalowang, Kecamatan Gayam.

Informasi yang dihimpun Mata Madura, pada Jumat dini hari itu. Almarhum Ustadz Sumarwan minta dipejet oleh istrinya.

Beberapa saat usai pijet betis almarhum. Sang istri tertidur.

Pada saat akan shalat subuh. Sang istri kaget melihat sang suami tak ada di sampingnya.

Sejak itu, keluarga melaporkan Ustadz Sumarwan keluar rumah tanpa sepengetahuan keluarganya.

Mendengar laporan itu, anggota
Koramil , Polsek Gayam dan mayarakat mencari keberadaan Ustadz Sumarwan.

Berbagai lokasi di sekitar dicari. Sampai jumat tengah malam. Keberadaan almarhum juga belum ditemukan.

Pencarian dilanjut keesokan harinya.
Sekitar jam 4 sore. Ada kabar keberadaan Ustadz Sumarwan ditemukan warga di dalam sumur di Pinggir Sawah, Dusun Nyamplong Desa Nyamplong dalam keadaan mengapung.

Petugas Koramil, Polsek dan tim medis Puskesmas Fayam bersama masyarakat melakukan evakuasi dari dalam sumur.

Hingga berita ini tayang belum ada keterangan resmi dari Polres Sumenep prihal meninggalnya tokoh NU Desa Kalowang, Pulau Sapudi, Ustadz Sumarwan (*)

 

Komentar