Menu

UPK Kecamatan Batuan Naik Daun

UPK Kecamatan Batuan Naik Daun
Kolase foto Mini Market berikut Kantor UP Kecamatan Batuan dan Ahmadi, Ketua UPK Kecamatan Batuan. (Foto Yudie/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep kini sedang naik daun. Pasalnya, UPK yang satu ini mampu mengelola dana eks program PNPM Mandiri Pedesaan hingga berkali-kali lipat.

Seperti diketahui, sudah sejak beberapa tahun terakhir pemerintah menghapus program sosial PNPM Mandiri Pedesaan.

Namun, program tersebut tidak terputus begitu saja. Sebagai kelanjutannya terbentuklah UPK untuk terus mengelola dan mengembangkan dana pemerintah yang telah bergulir di masyarakat.

Khusus di Kabupaten Sumenep, UPK terorganisir dalam Asosiasi Unit Pengelola Kegiatan Kabupaten Sumenep yang terbentuk sejak tanggal 10 Maret 2008.

Asosiasi UPK Kabupaten Sumenep membawahi UPK pada 26 kecamatan. Dan salah satu UPK yang berhasil dalam mengembangkan dana eks PNPM Mandiri Pedesaan yaitu UPK Kecamatan Batuan.

Ketua UPK Kecamatan Batuan, Ahmadi menuturkan, dana eks PNPM Mandiri Pedesaan itu mulanya sebesar Rp 1,2 miliar.

Dana tersebut dikembangkan berupa pinjaman lunak sebagai upaya penguatan modal usaha untuk kelompok masyarakat di Kecamatan Batuan.

Kemudian berkat kerja sama dan pengelolaan dengan manajemen yang profesional, kini aset UPK Kecamatan Batuan sudah meningkat pesat mencapai Rp 4 miliar.

Bahkan, UPK Kecamatan Batuan kini sudah mengembangkan diri dengan usaha berupa mini market dan memiliki gedung kantor sendiri yang terletak di Jl. Raya Lenteng, Kecamatan Batuan, Sumenep.

“Prosedur untuk pengajuan pinjaman modal usaha cukup sederhana dan tidak memberatkan bagi pemohon,” kata Ahmadi saat ditemui Mata Madura di kantornya, Kamis (22/10/2020) lalu.

Pemohon, kata dia harus atas nama kelompok dan memiliki penanggung jawab. Selanjutnya, pemohon dengan mengetahui Kepala Desa setempat mengajukan proposal pengajuan pinjaman ke UPK Batuan.

Adapun besar pengajuan pinjaman dari anggota kelompok tergantung kebutuhan. Namun, pada umumnya besar pinjaman mulai di bawah sampai di atas Rp 10 juta.

“Suku bunga pengembaliannya 0,5% dalam jangka waktu pinjaman 1 tahun tanpa agunan (jaminan),” imbuh Ahmadi.

Menurutnya, program UPK tersebut memiliki misi untuk mengentas masyarakat ekonomi lemah dan memutus mata rantai pinjaman rentenir yang sedang marak di masyarakat.

“Kami berharap pinjaman lunak ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kecamatan Batuan,” harap Ahmadi.

Yudie, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan

Hukum & Kriminal

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: