Menu

Usai Menerima Dua Penghargaan dari BPKP, Bupati Kiai Busyro: Kita Tidak Tidur

Usai Menerima Dua Penghargaan dari BPKP, Bupati Kiai Busyro: Kita Tidak Tidur
KITA TIDAK TIDUR: Awal Tahun 2020 Pemkab Sumenep menerima dua penghargaan bergengsi; Kapabilitas APIP Level 3 dan Maturitas Penyelenggaraan SPIP Level 3 dari BPKP. (fotohumaspemkabsumenep)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Entah kebetulan atau reflek. Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim memberi sambutan dengan ungkapan yang bikin banyak orang kaget.

Perkataan Kita Tidak Tidur disampaikan Bupati Kiai Busyro usai menerima dua penghargaan sekaligus dari Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah pusat.

Penghargaan bergengsi tingkat nasional ini hanya berselang dua hari ketika viral video 20 tahun Sumenep ‘tidur’ setelah dipimpin figur seorang kiai.

Dua penghargaan itu berupa Kapabilitas APIP Level 3 dan Maturitas Penyelenggaraan SPIP Level 3.

Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Dadang Kurnia, Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah kepada Bupati Kiai Busyro yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jatim Khafifah Indar Parawansa, di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (20/01/2020).

Menariknya, penghargaan Kapabilitas APIP Level 3 dari BPKP ini hanya diterima oleh 4 kabupaten dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Yaitu, Kabupaten Sumenep, Bondowoso, Lumajang dan Banyuwangi.

Sedang penghargaan Maturitas Penyelenggaraan SPIP Level 3 diterima sebanyak 29 kabupaten/kota se Jawa Timur.

Inspektur Kabupaten Sumenep, R. Titik Suryati yang ikut menyaksikan pemberian dua penghargaan itu, menyebut penilaian Maturitas SPIP (Sistem Pengendalian Internal Pemerintah) merupakan pengendalian internal dari semua kegiatan yang dilakukan Pemkab Sumenep sudah menduduki level 3.

“Alhamdulillah kita berhasil menyusun daftar risiko di semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Sehingga, BPKP menilai level pengendalian kita (Pemkab, red.) sudah naik jenjang di level 3,” terang mantan Kepala BKPSDM ini, kepada Mata Madura, Senin sore via telpon.

Menurut Yatik, dua penghargaan dari BPKP yang diterima Pemkab Sumenep merupakan hal yang istimewa. Sebab, katanya, BPKP benar-benar menyeleksi implementasi dari sistem pengendalian yang dicanangkan Pemkab.

Dijelaskan, pengawasan yang dilakukan Pemkab Sumenep selama ini tidak hanya berdasar pada asas kepatutan dan kepatuhan. Asas kinerja, audit kinerja termasuk profety audit untuk infrastruktur juga diterapkan di Pemkab Sumenep.

“Soal daftar risiko di semua OPD, pengawasan menitik beratkan kepada pendampingan. Terutama di OPD yang memiliki daftar risiko tinggi atau sangat tinggi. Seperti jumlah anggaran OPD yang cukup besar,” sambung Ibu Yatik.

Ibu Yatik bersyukur Pemkab Sumenep bisa menjadi kabupaten pilihan dengan meraih dua penghargaan sekaligus dari BPKP.

“Sulit untuk bisa mendapatkan penghargaan itu. Dan ini baru pertama kali Pemkab Sumenep menerima dua penghargaan sekaligus dari BPKP,” tambah Ibu Yatik.

Karena itu, Ibu Yatik berharap penghargaan itu menjadi energi positif bagi Pemkab Sumenep dalam mengelola keuangan menuju Sumenep berkemajuan.

Mata Madura berusaha minta respon ke Bupati Kiai Busyro soal isi video yang menyebut 20 tahun Sumenep ‘tidur’ setelah dipimpin figur seorang kiai.

Pertanyaan itu tak jadi disampaikan karena Bupati Kiai Busyro mengutarakan dalam sambutan pasca menerima dua penghargaan bergengsi itu di Gedung Grahadi, Surabaya.

“Ini…kita ndak tidur. Awal tahun kita dapat penghargaan bergengsi. Kita bekerja,” tutur Bupati Kiai Busyro saat sambutan, seperti disampaikan Inspektur Yatik kepada Mata Madura.

Rusydiyono, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

1 Komentar

  1. safi'i Senin, 20 Januari 2020

Lowongan

Ra Fuad Amin

Pilkada 2020

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Olahraga

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: