Menu

Wabub Sumenep Minta PT Tanjung Odi Jaga Kesehatan Karyawan

Wabub Sumenep Minta PT Tanjung Odi Jaga Kesehatan Karyawan
Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah saat meninjau tempat produksi di PT Tanjung Odi Sumenep, Kamis (29/7/2021). (Foto IST/Mata Madura)

matamaduranews.comSUMENEP-Wakil Bupati Sumenep, Nyai Hj. Dewi Khalifah meminta PT Tanjung Odi menjaga kesehatan karyawan yang mayoritas perempuan.

Hal ini disampaikan Wabup Nyai Eva ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di PT Tanjung Odi Desa Patean, Kecamatan Batuan, Sumenep, Kamis (29/7/2021).

Mulanya dia bersyukur kegiatan vaksinasi yang ditujukan kepada para pekerja pabrik untuk mengantisipasi paparan Covid-19 itu berjalan sesuai harapan.

“Alhamdulillah 90% pelaksanaan vaksinasi di PT Tanjung Odi bejalan dengan baik dan lancar,” ujar Wabup di sela kegiatan.

Kemudian, dia menegaskan Pemkab Sumenep akan terus menggencarkan kegiatan vaksinasi di masyarakat, utamanya pada para karyawan guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Vaksin ini adalah salah satu upaya kita untuk terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok dalam melawan virus Covid-19,” terang Wabup Nyai Eva.

Namun tak hanya soal vaksinasi, Wabup juga menegaskan hal penting lain yang perlu diperhatikan pengelola pabrik rokok itu. PT Tanjung Odi harus menjaga kesehatan karyawan, mengingat mayoritas pekerjanya terdiri dari perempuan.

“Kami tekankan kepada pengelola untuk menjaga kesehatan reproduksi para karyawan, karena rata-rata para pekerja perempuan,” ujar Nyai Eva.

Wabup juga menyempatakan diri meninjau tempat produksi. Hal itu dia lakukan dalam rangka menindaklanjuti kesimpangsiuran informasi yang menyatakan PT Tanjung Odi telah mempekerjakan karyawannya melebihi batas yang telah ditentukan.

“Kami sudah cek ke lokasi dan alhamdulillah karyawan yang dipekerjakan sudah sesuai atauran, yaitu 50% dari kapasitas tempat produksi yang ada,” ujarnya.

Sementara Ricky Cahyo selaku Plan Manager PT Tanjung Odi menuturkan, kegiatan vaksinasi tersebut merupakan tahap kedua dengan sasaran 820 karyawan.

“Untuk tahap pertama kemarin ada sebanyak 917 karyawan yang divaksin dan untuk tahap kedua ini sebanyak 820 karyawan,” tutur Ricky.

Bagi karyawan yang belum bisa divaksin karena kurang sehat ataupun punya penyakit penyerta, pihaknya menyatakan akan dilakukan vaksin susulan.

“Nanti kalau kondisinya sehat pasti akan kami arahkan untuk segera divaksin,” tandas Ricky.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Yono

matajatim.id

Disway

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: