matamaduranews.com -SUMENEP — Setelah sempat menjadi misteri selama hampir dua hari, identitas korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Kabupaten, Desa Gunggung, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep akhirnya terungkap. Korban diketahui seorang pelajar berusia 16 tahun yang meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak tiang listrik pada dini hari.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 03.00 WIB di KM 3 Jalan Raya Kabupaten, wilayah Desa Gunggung. Sepeda motor yang dikendarai korban menabrak tiang listrik di bahu jalan.
Selama hampir dua hari, identitas korban sempat belum diketahui. Aparat kepolisian melakukan serangkaian upaya penyelidikan hingga akhirnya keluarga korban datang ke RSUD Sumenep dan memastikan identitas jenazah pada Senin malam, 6 April 2026.
Korban Pelajar 16 Tahun, Meninggal Dunia di Tempat
Dalam rilis Polres Sumenep disebutkan, korban diketahui bernama Tegar Rahmat Nor Muhammad, kelahiran Sumenep, 17 Januari 2010, seorang pelajar yang berdomisili di wilayah Kota Sumenep.
Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX 135 nomor polisi M 4174 VE seorang diri dari arah timur menuju barat.
Diduga korban kurang konsentrasi atau kehilangan fokus pandangan ke depan sehingga sepeda motor yang dikendarainya menabrak tiang listrik di bahu jalan sebelah selatan.
Akibat benturan tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara, sementara kendaraan mengalami kerusakan material.
Kasi Humas Polres Sumenep Sampaikan Pernyataan Resmi
Kasi Humas Polres Sumenep, Widiarti S, dalam rilis yang diberikan kepada media pada Selasa pagi, 7 April 2026, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan serangkaian langkah penanganan sejak awal kejadian.
“Petugas langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan, melakukan evakuasi korban, olah TKP, serta penelusuran identitas melalui berbagai metode, termasuk pemeriksaan sidik jari dan koordinasi dengan pihak rumah sakit,” ujar Widiarti.
Ia menjelaskan, identitas korban baru dapat dipastikan setelah keluarga datang ke rumah sakit dan melakukan verifikasi dokumen kendaraan serta mengenali ciri-ciri korban.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengendara muda, agar selalu berhati-hati dan menjaga konsentrasi saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari,” tambahnya.
Polisi Lakukan Penelusuran Intensif Selama Dua Hari
Petugas Satlantas Polres Sumenep melakukan berbagai langkah penyelidikan untuk mengungkap identitas korban, di antaranya:
Olah tempat kejadian perkara (TKP)
Pemeriksaan saksi-saksi
Penelusuran kepemilikan kendaraan
Pengambilan sidik jari dan identifikasi forensik
Pengecekan rekaman CCTV di jalur sekitar lokasi
Upaya tersebut dilakukan karena kendaraan yang digunakan korban diketahui telah lama berpindah tangan dari pemilik sebelumnya.
Keluarga Terima Peristiwa Sebagai Takdir
Dalam pernyataan yang disampaikan kepada petugas, pihak keluarga korban menyatakan menerima peristiwa kecelakaan tersebut sebagai takdir dari Tuhan Yang Maha Esa.
Keluarga juga menyampaikan tidak akan menuntut asuransi maupun proses hukum lebih lanjut terkait kejadian tersebut. (red)






