Berita Utama

Cegah Kebocoran PAD Sumenep Siapkan Transaksi Elektronik

×

Cegah Kebocoran PAD Sumenep Siapkan Transaksi Elektronik

Sebarkan artikel ini
Faizal Muhlis
Faizal Muhlis, Ketua Komisi II DPRD Sumenep

matamaduranews.com-SUMENEP — Pemkab dan DPRD Sumenep bersepakat mencegah kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penerapan sistem transaksi elektronik pada berbagai layanan publik.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, Faizal Muis, menyatakan bahwa penerapan transaksi elektronik terbukti mampu meningkatkan penerimaan daerah secara lebih efektif dan terukur, sebagaimana telah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia.

“Ini karena penerapan transaksi elektronik terbukti di sejumlah daerah mampu memaksimalkan penerimaan daerah secara lebih efektif dan terukur,” kata Faizal Muis di Sumenep, Rabu 29 April 2026.

Kata Faizal, kesepakatan penggunaan transaksi elektronik tersebut merupakan bagian dari strategi konkret yang mulai dijalankan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sumenep dengan melibatkan berbagai pihak terkait.

Ia menilai digitalisasi transaksi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah, sekaligus memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.

“Kami menilai, digitalisasi transaksi menjadi salah satu instrumen penting dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Selain mendorong kenaikan PAD, sistem ini juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya.

BACA JUGA :  Lawatan Satgas di Madura

Faizal menambahkan, kolaborasi antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, membenarkan adanya kesepakatan antara pemerintah daerah dan DPRD untuk menekan kebocoran PAD melalui penerapan sistem transaksi elektronik.

Menurutnya, pihak eksekutif telah melakukan kajian dan studi banding ke sejumlah daerah yang lebih dahulu menerapkan sistem tersebut dan terbukti memberikan hasil yang positif.

“Pihak eksekutif melalui OPD terkait memang telah mempelajari itu, dengan melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah menerapkan sistem transaksi elektronik, dan ternyata memang sangat efektif,” kata Imam Hasyim. (raa)

 

Tinggalkan Balasan