Kesehatan

Dinkes Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu di Marengan Laok, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

×

Dinkes Sumenep Perkuat Peran Kader Posyandu di Marengan Laok, Dorong Pelayanan Kesehatan Lebih Berkualitas

Sebarkan artikel ini
Posyandu Desa Marengan Laok
Kegiatan pembudayaan hidup bersih dan sehat di Posyandu Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dan peran aktif kader Posyandu dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mewujudkan lingkungan sehat dan keluarga berkualitas.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan kapasitas kader Posyandu. Salah satunya dengan menggelar supervisi fasilitatif pembudayaan hidup bersih dan sehat di Posyandu Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan Tim Promosi Kesehatan (Promkes) Dinkes P2KB Sumenep tersebut melibatkan kader dari lima Posyandu, aparat desa, bidan desa, serta perawat desa. Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Puskesmas dan Penjabat (Pj) Kepala Desa Marengan Laok.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menjelaskan bahwa supervisi fasilitatif merupakan bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui pembinaan dan penguatan kapasitas kader Posyandu.

Menurutnya, kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Karena itu, peningkatan kemampuan kader perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pelayanan yang diberikan semakin optimal.

Ellya menekankan bahwa supervisi fasilitatif tidak hanya bertujuan mengevaluasi pelaksanaan pelayanan di lapangan, tetapi juga memberikan pendampingan, bimbingan, dan dukungan kepada kader agar mampu menjalankan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.

Melalui pendekatan tersebut, berbagai kendala teknis yang dihadapi kader diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan secara bersama-sama dengan tenaga kesehatan.

Selain penguatan kapasitas kader, supervisi juga diarahkan pada pembenahan sistem administrasi, khususnya pencatatan dan pelaporan kegiatan Posyandu, agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih tertib, efektif, dan berkesinambungan.

BACA JUGA :  Soal Pasar Sapi di RSUD Waru Pamekasan, Kades Pun Ikut Bicara

Dalam pelaksanaannya, Tim Promkes Dinkes P2KB Sumenep memberikan sejumlah materi edukasi dan pendampingan teknis kepada peserta.

Nurul Kamaria menyampaikan edukasi mengenai penyakit demam berdarah dengue (DBD), termasuk pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko penularan penyakit.

Sementara itu, Yuli Mahendra memberikan edukasi mengenai program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Materi lainnya disampaikan Ahmad Nawakil melalui bimbingan teknis kepada kader Posyandu. Pendampingan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan di tingkat desa.

Ellya juga menyoroti pentingnya membangun komunikasi dua arah antara tenaga kesehatan dan kader Posyandu. Melalui komunikasi yang aktif, kader diharapkan dapat menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi sekaligus memperoleh solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Ia berharap kegiatan supervisi fasilitatif dapat memperkuat koordinasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan kader Posyandu dalam membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat.

Dengan meningkatnya kapasitas kader dan optimalnya fungsi Posyandu, pelayanan kesehatan dasar di Desa Marengan Laok diharapkan semakin mudah diakses serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. (adi)

Tinggalkan Balasan