Berita Utama

Data Makro Sumenep 2021–2025: Pengangguran Turun, Ekonomi Melesat, Layanan Publik Membaik

×

Data Makro Sumenep 2021–2025: Pengangguran Turun, Ekonomi Melesat, Layanan Publik Membaik

Sebarkan artikel ini

Sejumlah indikator pembangunan makro Kabupaten Sumenep menunjukkan tren positif dalam lima tahun terakhir, mencakup ketenagakerjaan, pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan, reformasi birokrasi, hingga kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Pengangguran Turun, Meski Sempat Fluktuatif

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumenep tercatat berada di angka 2,31% pada 2021. Data resmi Bappeda dalam Ringkasan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) mencatat tren yang tidak selalu linear: tingkat pengangguran pada 2023 mencapai 1,71 persen, naik 0,35 persen dibandingkan tahun 2022. Namun setahun berikutnya, TPT tahun 2024 tercatat di angka 1,69%, menurun 0,02% dibandingkan 2023. Berdasarkan keterangan Kepala Bappeda Arif Firmanto (dikutip Moralika.com), angka ini terus membaik hingga mencapai 1,64% pada 2025 — melengkapi pola naik-turun di tengah periode sebelum akhirnya tren jangka panjangnya menurun.

Adapun rincian tingkat pengangguran per jenjang pendidikan pada 2024 menunjukkan lulusan SMK memiliki TPT tertinggi sebesar 8,07%, sementara lulusan SMA sebesar 4,57% — mengindikasikan kesenjangan penyerapan tenaga kerja antar-jenjang pendidikan kejuruan dan umum.

Ekonomi Melesat, Ditopang Sektor Pariwisata

BACA JUGA :  2.425 Undangan di Pelantikan Kepala Daerah

Pertumbuhan ekonomi Sumenep tercatat 3,77% pada 2024, lalu melonjak menjadi 5,85% hingga Triwulan III 2025 — didorong sektor wisata bahari, budaya, dan religi, menurut pemaparan Bappeda dalam laporan capaian RKPD 2025 (Moralika.com). RLPPD 2024 turut mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumenep pada 2024 merupakan hasil dari berbagai program pembangunan yang terintegrasi di sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi, yang juga berdampak langsung pada kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Rasio Gini Tertekan, Pemerataan Membaik

Rasio Gini — indikator ketimpangan pendapatan — sempat berfluktuasi namun berhasil ditekan ke angka 0,221 pada 2025, menandakan pemerataan pendapatan yang membaik dibanding periode sebelumnya (sumber: Moralika.com, pemaparan Bappeda).

Reformasi Birokrasi dan Kepuasan Masyarakat

Di sisi tata kelola pemerintahan, skor Reformasi Birokrasi Sumenep tercatat 78,08 pada 2024, sementara data 2025 belum dirilis resmi. Sementara itu, Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap layanan publik naik dari 84,72 (2024) menjadi 89,59 (2025) — kenaikan yang mengindikasikan perbaikan nyata dalam kualitas dan kecepatan layanan yang dirasakan warga. (bah)

Tinggalkan Balasan