Gigih. Begitulah ikhtiar anak Pulau Masalembu memperjuangkan daerah kelahirannya agar mendapat perhatian pemerintah pusat. Melalui surat kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang diserahkan ke Kementerian Sekretariat Negara pada Kamis, 22 Oktober, anggota DPRD Sumenep dari Daerah Pemilihan VII, Ahmad Juhairi, mengusulkan agar Kepulauan Masalembu, Sumenep ditetapkan sebagai Poros Maritim Nasional.
Ada enam usulan yang Juhairi sampaikan melalui surat yang ditujukan kepada Presiden Prabowo.
Usulan itu disampaikan Juhairi sebagai bagian dari ringkasan dari aspirasi masyarakat kepulauan Masalembu yang membutuhkan dukungan keamanan, keselamatan laut, dan infrastruktur dasar.
Salah satu poin yang diajukan ialah penetapan Kepulauan Masalembu Sumenep sebagai Poros Maritim Nasional, baik secara de facto maupun de jure.
Juhairi juga mengusulkan penguatan aparat penegak hukum laut melalui kehadiran Kepolisian Air, pangkalan TNI Angkatan Laut, serta Pos Keamanan Laut Daerah.
Politisi NasDem ini menilai keberadaan aparat di Pulau Masalembu diperlukan untuk menjaga keamanan perairan dan menekan peredaran narkotika antarpulau.
Selain itu, Juhairi meminta pemerintah mempertimbangkan pembentukan unit pencarian dan pertolongan atau Basarnas, mengingat risiko kecelakaan laut di sekitar Masalembu.
Usulan lain mencakup pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus berbasis kelautan dan perikanan, percepatan penyediaan listrik PLN, serta pembangunan pelabuhan berskala nasional. Menurut Juhairi, listrik dibutuhkan untuk mendukung rantai pendingin dan pengolahan hasil tangkapan nelayan.
“Melalui surat ini, kami berharap aspirasi masyarakat Kepulauan Masalembu dapat menjadi pertimbangan pemerintah pusat dalam merumuskan kebijakan kemaritiman, peningkatan keselamatan transportasi laut, serta penyediaan infrastruktur dasar,” kata Juhairi dalam rilis yang diterima media, Kamis
Karena itu, Juhairi berharap surat tersebut mendorong kebijakan afirmatif bagi Masalembu. “Semoga harapan masyarakat Masalembu mendapat perhatian dan ditindak lanjuti oleh pemerintah pusat,” pungkasnya. (adi)












