Antara Fauzi-Eri di Pilgub Jatim 2024

Catatan: Hambali Rasidi

matamaduranews.comBeberapa hari terakhir. Bupati Sumenep Achmad Fauzi menjadi perbincangan politisi Jawa Timur.

Lalu muncul aneka tafsir politik dari berbagai sudut pandang. Ada yang menilai A. Sebagian nilai B. Dan aneka macam tafsir lainnya.

Mereka memberi aneka tafsir atas hasil survei  Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Hasilnya anda ngerti. Soal simulasi Calon Wakil Gubernur pendamping Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024.

Saya menyadari para mufassir politik Bupati Fauzi tak satu bahasa. Faktornya beragam.

Selain objek tafsir yang dinamis. Juga tergantung mufassir-nya. Latar belakang geografi. Dan kondisi saat dia memberi tafsir politik.

Begitu kata guru tafsir, dulu.

Lalu ada yang bertanya via WA pribadi.
Apa kelebihan Bupati Fauzi?

Saya tak menjawab panjang. Cukup berbalas dengan kalimat: wkwkwk.

Saya dua kali mereview hasil survei ARCI soal simulasi itu. Berkembang kepada sosok pengganti Achmad Fauzi jika benar Nyalon Wagub Jatim 2024.

Muncul nama-nama pengganti itu. Semula dianggap guyonan oleh netizen. Ternyata ada yang merespon serius hingga ada salah satu nama itu, banjir orang telpon dan bertamu.

Terlepas mufassir dan respon wacana pengganti Fauzi. Momentum gelaran Pilkada Sumenep dan Pilgub Jatim 2024 yang bersamaan waktunya. Bisa jadi produk 3 in 1. Bohir politik bisa hemat dan masif.

Ini juga salah satu materi mufassir politik melihat, apa yang mendorong survei ARCI memasukkan nama Bupati Fauzi dalam simulasi pendamping Khofifah.

Padahal, anda ngerti. Fauzi baru 1,5 tahun menjabat Bupati Sumenep. Terbentuk opini bisa menjabat Wakil Gubernur Jatim jika berpasangan dengan Khofifah.

Menarik karena sudah masuk hasil survei. Lembaga survei-nya bukan abal abal. Artinya ARCI sudah berulangkali melakukan survei Pilgub Jatim 2024.

Baru survei kali ini jadi bahasan karena muncul sosok baru. Yaitu Achmad Fauzi si keponakan Ketua Banggar DPR RI-yang orang Sumenep sebagian menyebut Sultan.

Bahkan, pasca survei. Jumat 23 September 2022. Ada Sarasehan Politik dengan tema ‘Jawa Timur Mencari Pemimpin’. Penyelenggaranya  lembaga survei ARCI. Bertempat di Hotel Elmi Surabaya.

Salah satu nara sumber dalam sarasehan politik itu menyebut, Khofifah butuh figur pendulang suara  untuk wilayah Madura, jika ingin kembali menang di Pilgub Jatim 2024.

“Dalam sejarah politik di Jatim, wilayah Madura ada pemilih unik sehingga perlu perhatian khusus bagi pasangan calon kepala daerah. Meski tidak selalu, tapi vote getter kewilayahan ini menjadi penting untuk strategi pemenangan Pilkada,” kata pengamat politik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Ahmad Zainul Hamdi usai sarasehan politik, Jumat (23/9/2022).

BACA JUGA :  Jelang Pilkada, DPC PKB Bangkalan Pastikan Tidak Ada Penjaringan Calon

Prof Zainul tak menyebut nama Bupati Fauzi yang bisa mewakili Madura untuk digandeng Cagub jika dianggap sebagai tokoh vote getter di wilayah Madura.

Sarasehan Politik Untuk Jawa Timur 2024 itu, tanpa secara langsung mem-framing potensi Bupati Fauzi pasca hasil survei ARCI.

Kesimpulan dari sarasehan itu: Kalau Khofifah mau suara Madura ya berpasangan dengan Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Itu framing yang tercipta.

Apakah survei ARCI dan Sarasehan Politik itu independen? Silahkan anda tafsiri.

Emang siapa Bupati Fauzi?

Apakah figur Anwar Sadad (Ketua DPD Gerindra Jatim) Eri Cahyadi (Wali kota Surabaya) Baddrut Tamam (Bupati Pamekasan), Irsyad Yusuf (adik Gus Ipul, Bupati Pasuruan) kalah populer dengan Keponakan MH Said Abdullah-si Sultan Sumenep?

Salah satu hasil survei ARCI memunculkan nama Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya dan Achmad Fauzi, Bupati Sumenep. Keduanya kader PDIP yang berpotensi maju di Pilgub Jatim 2024.

“Pak Eri dan Pak Fauzi memiliki potensi naik level ke provinsi, tinggal bagaimana memanfaatkan peluang ini,” ujar Direktur ARCI, Baihaki Siratj kepada media.

Survei ARCI yang kedua. Elektabilitas Fauzi meningkat. Semula 2,01 persen. Meroket hingga 4,1 persen di bulan September.  Sedangkan Eri Cahyadi stagnan. Bisa dikata sama dengan Bupati Fauzi.

Bisa ditafsiri keduanya lagi merebut tiket PDIP di Pilgub Jatim 2024.

Terlepas itu semua.

Pertanyaan yang mengemuka di Sumenep, apakah Bupati Fauzi siap bermigrasi politik ke Jatim?

Atau jangan-jangan, meminjam istilah Faruk Abdillah- ada gerakan ‘pengusiran’ untuk Pilkada Sumenep 2024.

Yang pasti itu semua hanya wacana politik.

Termasuk sejumlah nama disebut netizen yang bakal didukung MH Said di Pilkada Sumenep 2024.

Menarik prediksi netizen, ada nama anak MH Said, Ketua AKD Sumenep dan Sekda Sumenep.

Viral nama-nama itu, salah satu Kades mengirim chat pribadi ke penulis: Saya masih berkeyakinan Fauzi masih Bupati Sumenep.

Saya tak banyak komentar. Karena si Kades itu, tumben WA pribadi.

Saya cukup balas, “hehe,”

Komentar