Apakah PKB Masih Ngotot Nyodorkan Muhaimin Capres 2024?

IMG 20180206 WA0006
Hambali Rasidi

Catatan: Hambali Rasidi

matamaduranews.com-Nama Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar tak muncul dalam pilihan survei elektabilitas Capres 2024 versi survei Litbang Kompas.

Begitu pula nama Puan Maharani, anak Ketum PDIP, Megawati.

Entah berapa persen elektabilitas pastinya. Survei Litbang Kompas pada bulan Juni 2022 hanya menyebut, nama Muhaimin dan Puan tak masuk di papan atas atau papan menengah elektabilitas Capres 2024.

Padahal, elektabilitas Capres Papan Menengah itu, versi Litbang Kompas: tak ada yang lebih dari angka  5%.

Lalu berapa persen, angka elektabilitas Muhaimin atau Puan jika sebagai Capres 2024?

Anda bisa menebak sendiri. Karena hasil survei Litbang Kompas Juni 2022 terkait elektabilitas Muhaimin atau Puan tak dibocorkan ke publik.

Sebenarnya apa yang kurang dari Muhaimin Iskandar? Ketum PKB berjilid-jilid. Bertalih nasab ke pendiri NU, organisasi keagamaan dengan jumlah jamaah terbanyak di Indonesia.

Ditambah lain-lain, yang kerap diberitakan melakukan pertemuan politik lintas elit parpol terkait Pilpres 2024.

Hal serupa juga dilakukan Puan Maharani meski cara berbeda dengan Muhaimin.

Apa yang kurang dari putri Ketum PDIP, Ibu Megawati? Parpolnya lebih dua kali memenangi pemilu. Langkah menuju Pilpres 2024 sudah ditabuh setahun lalu.

Pengamat politik Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti punya penilaian terkait elektabilitas Muhaimin Iskandar dan Puan Maharani yang tak masuk elektabilitas capres hasil survei Litbang Kompas Juni 2022.

Seperti dikutip kompastv, nama Muhaimin dan Puan, kata Ray-tak menarik bagi pemilih milenial untuk Pilpres 2024 karena keduanya kerap membasiskan diri pada kekuatan partai. Bukan pada hasil kerjanya.

“Cak Imin dan Mbak Puan dinilai sama-sama menggantungkan popularitas dari kekuatan partai,” terang Ray Rangkuti merespons hasil survei Litbang KOMPAS seperti dikutip KOMPAS TV, Rabu (22/6/2022).

Ditambah, kedua partainya dinilai Ray tak memiliki daya kejut.

“Akhirnya, jangankan publik dari luar, bahkan anggota partai saja belum tentu memilih keduanya,” tambah Ray.

Capres Papan Atas

Peneliti Litbang Kompas Bambang Setiawan menjelaskan, Hasil survei Litbang Kompas periode Juni 2022, elektabilitas tertinggi Capres 2024 adalah Prabowo Subianto. Disusul Ganjar Pranowo. Ketiga, Anies Baswedan.

Elektabilitas Prabowo sebagai Capres 2024 sebesar 25,3 persen

Sedangkan Ganjar Pranowo dengan elektabilitas 22 persen dan Anies dengan elektabilitas 12,6 persen.

BACA JUGA :  Kisah Tiga Pendekar Islam yang Dielukan Gus Dur

Jika survei pertanyaan tertutup dengan 25 nama, elektabilitas Ganjar berada di tingkat 25,2 persen sedangkan Prabowo mendapat 24,9 persen.

Lalu pada survei tertutup 10 nama, Ganjar memiliki elektabilitas 26,6 persen, sementara elektabilitas Prabowo 25,2 persen.

“Pada lima nama Prabowo 28,1 persen, dan Ganjar 30,2 persen. Pada tiga nama, Prabowo 32,8 persen dan Ganjar 33,6 persen,” sebut Bambang.

Bambang menyampaikan, elektabilitas Anies Baswedan tetap berada di peringkat ketiga pada skema 25 nama, 10 nama, 5 nama maupun 3 nama kandidat capres.

Elektabilitas Ganjar tercatat naik, jika mengacu pada perolehan elektabilitas di survei Litbang Kompas pada periode Januari yang mendapatkan dukungan 20,5 persen.

Sementara posisi di urutan ketiga ditempati oleh Anies Baswedan yang memperoleh dukungan sebagai bakal capres di angka 12,6 persen.

Survei Litbang Kompas TV di bulan Juni 2022 merupakan yang ketujuh. Sejak survei untuk mengetahui elektabilitas capres 2024 digelar Oktober 2019 lalu.

Survei Litbang Kompas Juni ini dilakukan 26 Mei hingga 4 Juni 2022.
Melalui tatap muka dan melibatkan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi.

Metode itu diklaim Bambang memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,8 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.

Capres Papan Tengah

Selain tiga Capres Papan Atas. Hasil  survei Litbang Kompas Juni: mencatat ada 7 nama yang juga memiliki peluang untuk dipilih pada Pilpres 2024.

Namun, dari 7 nama di papan tengah tidak ada yang mendapatkan elektabilitas lebih dari 5 persen.

Tertinggi pertama elektabilitas capres 2024 pada papan tengah berdasarkan hasil survei Litbang Kompas ditempati oleh Sandiaga Uno.

Kemudian disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono, Basuki Tjahaja Purnama, Ridwan Kamil, Tri Rismaharini, Andika Perkasa, dan Erick Thohir.

Melalui hasil survei Litbang Kompas itu, apakah PKB masih ngotot menyodorkan nama Muhaimin Iskandar sebagai Capres 2024?

Begitupun PDIP, apakah masih tetap menunjuk Puan Maharani yang elektabilitasnya tidak ada di papan atas dan papan tengah?

Dalam konteks politik semua masih dinamis. Apalagi Pilpres masih 1,5 tahun lagi. Yaitu Februari 2024.

Komentar