Politik

Bunda Fitri Yang Dirindukan

×

Bunda Fitri Yang Dirindukan

Sebarkan artikel ini
Bunda Fitri
Bunda Fitri

matamaduranews.com-Bunda Fitri yang dirindukan. Begitu sepintas suara yang terdengar dari obrolan anak-anak muda di Sumenep.

Beberapa hari terakhir. Anak-anak muda mulai membincangkan nama-nama yang bakal ikut kontestasi Pilkada Sumenep 2024.

Bunda Fitri salah satu nama yang disebut. Juga ada Miksun Legiyono. Si Ketua AKD Sumenep ini, mulai bertebaran gambar dan meme di medsos. Namanya macam-macam. Ada Pak Yon. Kak Yon. Juga Kalebun Yon.

Politisi PKB lainnya juga masuk obrolan. Seperti Hamid Ali Munir. Herman Dali Kusuma dan Abu Hasan. Nama terakhir ini, beredar dan jadi bisik bisik setelah nyaleg DPR RI dan menghibahkan 1 hektare tanah ke PCNU Sumenep.

Tapi Abu Hasan membantah soal wakaf tanah ke PCNU dikaitkan dengan politik. “Itu murni shadaqah untuk leluhur saya. Semoga almarhum mendapat amal jariyah dari tanah wakaf itu,” ucap Abu Hasan suatu ketika kepada penulis.

Soal dorongan ikut kontestasi di Pilkada Sumenep 2024. Abu Hasan tak menjawab pasti. Dia hanya berpikir untuk kemajuan di Kepulauan Sumenep.

“Karena itu, saya nyalon DPR RI agar pembangunan di kepulauan mendapat porsi lebih banyak,” kata pengusaha properti ini menambahkan.

Pak Abu-biasa dipanggil tampak enjoy. Seperti tak punya beban. Meski raihan suaranya nomor tiga di internal PKB.

Mas Itang-salah satu Tim Pemenangan Abu Hasan punya keyakinan keberuntungan akan berpikir ke Pak Abu.

Mas Itang terus berjuang untuk mengembalikan suara Pak Abu yang disebut hilang di beberapa kecamatan.

Selain itu, Mas Itang punya kalkulasi peluang Pak Abu ke senayan adalah: Caleg terpilih dan caleg peraih suara kedua nyalon di Pilkada.”Otomatis PAW nya nanti ke Pak Abu,” sebutnya dalam suatu obrolan.

Yang Herman Dali dan Hamid Ali Munir seperti ada tim khusus yang bergerak. Informasi yang didapat penulis: keduanya bergerak senyap. Minta dukungan ke sejumlah tokoh. Juga menunggu sinyal dari Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Di luar politisi PKB. Ada Ahmad Makruf. Politisi Golkar ini digaungkan oleh Ali Wafa. Politisi PPP asal Kangean mengaku mendapat aspirasi untuk menduetkan Kiai Ali Fikri Annuqayah dengan Makruf.

“Saat diskusi di Morfologi Kopi, generasi emas kepulauan menginginkan duet Makruf-Kiai Fikri,” ucap Wafa mengutip pernyataan Koordinator Generasi Emas Kepulauan,  Mahmud Yunus.

Wafa tak banyak bercerita kenapa anak-anak kepulauan menginginkan duet Makruf-Kiai Fikri. “Alasannya kurang ngerti Mas. Aspirasi itu sudah mulai digaungkan di Kangean,” tambah Wafa.

Figur yang hendak maju di Pilkada Sumenep 2024 masih dalam konteks wacana. Belum ada yang serius. Seperti mendeklarasikan diri, misalnya.

Hanya saja. Kelompok pendukung Ketua AKD Sumenep mulai berencana menyiapkan kendaraan lewat jalur Independen. “Ketua AKD hanya nunggu restu dan waktu yang tepat untuk deklarasi. Persiapan sudah mulai lewat bisik-bisik,” sebut Abdullah, kolega Kades Yon.

Bagaimana dengan Bupati Fauzi? “Nah ini nunggu kepastiannya. Apakah lanjut ke Jatim apa tetap di Sumenep. Kalau ke Jatim potensi Kak Yon didukung oleh para Kades,” sebut Dullah-panggilan Abdullah.

Selain nama di atas. Ada nama KH Unais Ali Hisyam dan KH Ilyasi Siraj juga disebut dalam wacana Pilkada Sumenep 2024. Termasuk Nyi Eva, si Wabup Sumenep.

Nyi Eva dan Bunda Fitri seperti sama-sama merebut posisi Cawabup.

“Sulit di posisi Cabup karena isu gender di Sumenep sulit diterima sebagai pemimpin,” kata Siswadi-mantan aktivis Jogja ini memberi argumen.

Bagaimana dengan keseriusan Bunda Fitri untuk Pilkada Sumenep 2024? “Ini belum ada suara dari Buya,” sebut Ainur Rahman-tiktoker yang tergolong loyalis Kiai Busyro.

“Kalau Kiai Busyro bersuara. Baru itu keseriusan Bunda Fitri nyalon,” sambung Ainur .

Sampai tulisan ini dibuat. Belum ada pernyataan resmi dari nama-nama yang disebut di atas.

Termasuk kepastian Bupati Fauzi apakah nyalon di Jatim apa di Sumenep. Belum ada kepastian.

Menurut orang dekat Bupati Fauzi yang enggan disebutkan namanya. Bupati Fauzi masih konsern pada hasil Pileg karena PDI-P mendapat tiket kursi Ketua DPRD Sumenep.

“Ini bocoran ya. Ada tiga orang yang masuk nominator calon Ketua DPRD Sumenep. Pak Zainal, Ibu Nia dan Hosnan,” sebutnya.

“Anda kan kenal ke Hosnan. Coba tulis dia,” sebutnya.

Sampai di sini. Wacana Pilkada Sumenep seperti hot nya dengan figur Ketua DPRD Sumenep dari PDI-P.

Hambali Rasidi

KPU Bangkalan