Menu

Cerita Janda Muda Madura Bikin Video Porno yang Berakhir di Jeruji

Cerita Janda Muda Madura Bikin Video Porno yang Berakhir di Jeruji
Z (31), warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, tak menduga perbuatan iseng bikin video porno mengantar dirinya harus hidup di dalam jeruji Polres Sumenep. (matamadura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Z (31), warga Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, tak menduga perbuatan isengnya mengantar dirinya harus hidup di dalam jeruji Polres Sumenep.

Ketika itu, di bulan Oktober 2019, sekitar jam 13.00 WIB, Z, iseng ambil video tubuhnya yang aduhai di depan cermin dalam kamarnya. Kamera handphone miliknya, dijadikan sarana membuat video dengan tujuan dokumen pribadi.

Tanpa diduga, video privacy berdurasi 2 menit 40 detik itu menyebar luas ke publi hingga viral, sebulan lalu. Karuan saja, para netizen heboh dan mengenali wajah janda muda dalam video itu yang asli Batuputih, Sumenep.

Pada hari Jumat, 6 Desember 2019, sekitar jam 13.00 Wib, anggota Unit Resmob Polres Sumenep melakukan penyelidikan dan menemui pemeran utama video porno yang lagi viral.

Setelah dianggap cukup pengumpulan bukti dan pengakuan Z, pada hari Sabtu (7/12/2019) jam 14.00 WIB, petugas Reserse Polres Sumenep menangkap Z di rumahnya untuk kemudian dibawah ke sel tahanan Mapolres Sumenep.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti membenarkan penangkapan Z, si aktor utama sekaligus pemproduksi video porno.

Widi menjelaskan, setelah mendapat informasi tentang keberadaan pemeran utama dalam video porno itu, polisi langsung bergerak dan menanyakan kebenaran isi video itu.

“Z mengakui orang yang ada dalam video porno itu adalah dirinya sendiri yang direkam menggunakan handphone miliknya,” terang Widi.

Dari pengakuan Z, polisi langsung mengamankan Barang Bukti (BB) sarung warna biru motif batik. Satu unit handphone merk Xiomi type 4A warna merah muda untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Kini, Z, dikenakan penerapan pasal 29 UU RI No. 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

“Setiap orang yang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebar luaskan, menyiarkan, mengimport, mengekspor, menawarkan, memperjual belikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi, akan kami amankan,” ungkap AKP Widiarti, dalam rilisnya, Minggu (8/12/2019).

Setelah penangkapan Z, polisi masih mencari pihak lain yang awal pertama menyebar video itu hingga viral.

Dari informasi yang diketahui Mata Madura, hand phone milik Z pernah ‘dipegang’ pihak ketiga. Petunjuk itu bisa menjadi pintu masuk untuk kemungkinan awal video porno Z menjadi diketahui publik dan viral.

Ibad, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Iklan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Hukum dan Kriminal

Pilkada 2020

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: