Derita Banjir dan Air Laut Pasang di Sumenep

Mata Madura - 06/12/2021
Derita Banjir dan Air Laut Pasang di Sumenep
Air Laut Pasang menggenangi jalanan di Pulau Karamian, Masalembu, Sumenep. - (FB/Mohammad Anhar)
Penulis
|
Editor Hambali

matamaduranews.comSUMENEP-Banjir dan air laut pasang mulai menimpa warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep.

Air laut pasang bikin was-was warga di sejumlah pulau dan warga yang berdekatan dengan pantai di Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Dari informasi yang dihimpun Mata Madura menyebut, air laut pasang mulai masuk rumah-rumah warga dan jalanan sejak Minggu dan Senin.

Seperti yang terjadi di Pulau Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep. Hingga Minggu malam (5/12) malam, rumah warga di Dusun Bungin, Desa Saobi, Kangayan, Sumenep, terendam air laut pasang.

“Malam ini hujan masih mengguyur dan air laut pasang masuk ke pemukiman warga di Saobi,” terang Kapolsek Kangayan Ipda Miftahol Rahman via WhatsApp, Minggu (05/12).

Kata Kapolsek, ketinggian gelombang di perairan Pulau Saobi mencapai 3 meter. Air laut masuk ke rumah warga mencapai 30 cm.

“Genangan di Desa Saobi itu memang karena air laut pasang yang disertai hujan deras,” pungkasnya.

Hal serupa juga terjadi di Pulau Karamian, Kecamatan Masalembu, Sumenep.

Mohammad Anhar, pemuda Karamian mengabarkan, jika ombak besar yang disertai air laut pasang menyebabkan jalanan di Pulau Karamian penuh dengan sampah.

Inilah kondisi jalan di Dusun Sudimampir dan Dusun Air Hidup, Pulau Karamian.
Mohon do’a nya sodaraku agar Pulau Karamian selalu dalam lindungan Yang Maha Kuasa,” tulisnya facebook, Senin (6/12).

Gambar dan video yang diterima kempalan terlihat tumpukan sampah yang menutupi akses jalan desa. Beruntung, air laut tak masuk ke rumah-rumah warga yang di pinggir pantai  karena rumah itu terdesain menjadi rumah panggung. Sebagian rumah dibangun tembok, tapi tak sampai masuk ke dalam rumah.

Pulau Karamian termasuk salah satu pulau terluar Kabupaten Sumenep. Secara geografis, Pulau Karamian, Masalembu dekat dengan pulau terluar Kalimantan Selatan. Skeitar 9 jam perjalanan laut dari Pulau Karamian tiba di pulau terluar Kalimantan Selatan. Sedangkan jarak tempuh menuju pelabuhan Kalianget Sumenep dari Karamian mencapai 12 jam.

Sementara air laut pasang yang disertai ombak juga merusak lima warga di pesisir utara Kecamatan Ambunten, Sumenep. Di Dusun Jungtoro’ Dajah Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten, Sumenep, tembok 5 warga ambruk.

Lima Rumah Warga di pinggir pantai Dusun Jungtoro’ Dajah, Desa Ambunten Timur, Kecamatan Ambunten Sumenep yang ambruk sekira pukul 09.00 WIB, Senin (06/12/2021). (Dok Humas Polres Sumenep)

Kejadian itu terjadi pada Senin (6/12) pada pukul 09.00 WIB. Beruntung tidak ada korban jiwa ketika ombak besar menerjang bangunan, warga berada di luar rumah.

“Ambruknya rumah warga akibat hantaman ombak besar itu, berada di pesisir pantai utara di Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep,” terang Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti.

Sejak pagi hingga sore ini, kata Widiarti, petugas Polsek Ambunten yang dipimpin Kapolsek setempat, AKP Junaedi, S.Pd melakukan pengecekan dan pendataan terjadinya ombak besar disertai angin yang mengakibatkan rumah warga rusak.

Petugas membantu warga memperbaiki kerusakan dan membantu membersihkan puing-puing. Petugas juga mengimbau kepada masyarakat pesisir agar waspada dan mengantisipasi gelombang tinggi.

Begitu pun bencana banjir di Pulau Kangean, Sumenep.

Duka warga Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Sumenep setelah banjir menerjang sejumlah rumah warga pertokoan Minggu siang (5/12/2021).

Hujan deras lebih 4 jam mengguyur Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean bikin air dari pegunungan meluber ke jalanan dan masuk ke rumah-rumah warga hingga pusat pertokoan.

Informasi yang diterima Mata Madura menyebut, ada 3 desa di Kecamatan Arjasa, Kangean, Sumenep yang diterpa banjir akibat debit air hujan meningkat.

Luapan banjir itu menggenang dan masuk ke rumah-rumah warga di Dusun Ngomber, Desa Laok Jangjang hingga menutup akses jalan raya.

Suasana Minggu siang (5/12) di Jalan Raya Arjasa Kangean saat banjir.

Banjir juga terjadi di Dusun Bire, Desa Duko, Arjasa. Debit air hujan yang cukup besar menggenang di SDN Duko III dan masuk ke rumah warga di sekitar SD.

Titik terparah di Desa Angon-angon hingga menggenang menghalangi akses jalan sekitar Pasar Arjasa, Kalinganyar.

Netizen membagi video yang menggambarkan suasana banjir di Pulau Kangean yang bikin sejumlah warga berjalan di tengah luapan banjir yang menutup jalan raya Arjasa Kangean.

Dalam video itu, juga warga menangis dan berteriak minta tolong karena banjir masuk ke toko jualannya hingga merusak sejumlah barang dagangan yang tergenang banjir di dalam toko.

Kepala BPBD Pemkab Sumenep Abd Rahman Riadi mengungkapkan, banjir yang melanda Pulau Kangean Sumenep itu terjadi sekitar pukul 11.30 WIB dengan ketinggian genangan air antara 20 hingga 50 Cm.

Namun, pada sekitar pukul 14.00 WIB, genangan banjir di Kangean di tiga lokasi itu berangsur mulai surut. (*)

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->