Menu

Di Hadapan Santre Bini’, Mas Kiai Fikri Bicara Soal Ijtihad Politik KH. A. Warits Ilyas

Di Hadapan Santre Bini’, Mas Kiai Fikri Bicara Soal Ijtihad Politik KH. A. Warits Ilyas
Pertemuan gerakan sosial Santre Bini' Asareng Kyae Fikri se-Kecamatan Gapura di Pondok Pesantren Al-Marzuki Battangan, Gapura Timur, Gapura, Rabu (9/9/2020). (Foto IST/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Di hadapan Santre Bini’, Mas Kiai Fikri bicara soal ijtihad politik KH. A. Warits Ilyas selama almarhum pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa itu hidup.

Ijtihad politik mendiang KH A. Warits Ilyas ini disampaikan pada pertemuan santri dan simpatisan gerakan Santre Bini’ Asareng Kyae Fikri se-Kecamatan Gapura ini digelar di Pondok Pesantren Al-Marzuki Battangan, Gapura Timur, Gapura, Rabu (9/9/2020).

Pertama, kata KH Ali Fikri selama hidup K Warits tidak pernah keluar dari keputusan PPP. Hal ini beliau ikuti ketika saat ini dipercaya oleh PPP untuk mendampingi Fattah Jasin dalam Pilkada Sumenep.

Kesediaan Kiai Fikri bukan hasil keinginan pribadi. Akan tetapi, merupakan bagian dari tugas partai yang memberikan rekom calon wakil bupati kepada dirinya.

“Dari awal saya sudah sampaikan, kalau bukan PPP yang merekom, saya tidak mau. Saya tidak mau dicalonkan (Bacawabup) hanya dianggap tokoh atau dinilai punya massa yang banyak,” tegasnya.

Kedua, Mas Kiai Fikri menjelaskan, dalam tradisi keluarganya tidak pernah mengenal kata golput. Kiai Warits selalu mengajarkan untuk melakukan istikharah mencari calon pemimpin yang paling baik, bukan yang akan menang dalam pemilihan.

Selain dua ijtihad politik Kiai Warits itu, Mas Kiai Fikri mengajak para santri untuk melawan politik sembako yang saat ini mulai marak di berbagai daerah.

Politik dengan cara demikian, menurutnya akan menghancurkan nilai kesantrian dan menghambat perjuangan para kiai untuk mendapatkan pemimpin yang lebih baik.

“Mari bersama-sama jadikan momen Pilkada ini menjadi sarana ibadah kepada Allah, agar tidak terpengaruh pada politik uang,” ajak Bacawabup Fattah Jasin itu.

Untuk diketahui, gerakan sosial Santre’ Bine’ Asareng Kyae Fikri ini dikomando oleh Nyai Rahimah Zubairi, pengasuh Ponpes Al-In’am, Banjar Timur, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Gerakan tersebut dibiayai oleh masyarakat dan alumni yang ingin mendapat barokah dengan berkhidmat pada perjuangan guru.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Lowongan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Pilkada 2020

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: