Menu

Diduga Masalah Asmara, Pria di Bangkalan Tewas Setelah Ditebas Pakai Celurit

Diduga Masalah Asmara, Pria di Bangkalan Tewas Setelah Ditebas Pakai Celurit
ilustrasi
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Diduga tersulut api asmara. SF,52, asal Desa Katol Barat, Kecamatan Gegger, Bangkalan tewas bersimbah darah setelah ditebas pakai celurit oleh dua pria di parkiran Indomaret Sekalohan, Arosbaya, Bangkalan, Madura.

Dua pelaku kini sedang diburu Tim Gabungan Opsnal Sat Reskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Arosbaya.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Soebarnapraja mengendus latar belakang pembunuhan karena asmara.

“Ada beberapa indikasi kuat yang motifnya mengarah masalah asmara. Tetapi ini baru awal dan memerlukan pembuktian lebih mendalam,” ungkap AKP Agus Soebarnapraja saat dihubungi Mata Madura, Kamis sore.

Petugas Polres Bangkalan dan Polsek Arosbaya terus menggali keterangan dari sejumlah saksi untuk menguak motif dan pelaku di balik kejadian berdarah di depan toko modern

Seperti diketahui, di grup WhatsApp beredar video pria tergeletak di parkiran Indomaret Arosbaya, Kamis siang (4/3/2021).

Sedikitnya ada lima postingan video dengan beragam durasi dan dari berbagai sudut pengambilan. Mulai durasi 30 detik, 9 detik, 19 detik, 25 detik, dan berdurasi 26 detik.

SF tergeletak bersimbah darah dengan luka menganga pada bagian perut. Semua isi perut korban keluar.

Kasus pembacokan yang berujung maut itu viral di Jagat media sosial.

Ada netizen yang mengunggah videonya lewat whatshapp dan facebook.

Dalam video yang beredar. Korban mengenakan baju berkerah dan celana levis berwarna biru. Sandal hitam. Ada heandset yang masih dikalungkan dileher korban.

Di samping korban ada selongsong senjata tajam jenis celurit berwarna cokelat.

Sebelah slotong, ada kacamata warna hitam.

Darah korban terlihat berceceran.

Pada salah satu postingan video, seorang warga terdengar menyebutkan, “Mungkin ada yang kenal gaes. Ini no plat mobil yang meninggal,” ungkap salah seorang dari video yang beredar

Selain video, belakangan menyusul postingan selembar KTP yang disebutkan sebagai identitas seorang pria dalam video tersebut.

KTP yang beredar di WA atas nama ST (inisial) kelahiran tahun 1968 dengan alamat, Dusun Betambek, Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan.

Korban SF saat berada di lokasi kejadian tidak sedang bersama orang lain dan sempat membeli makanan dan minuman di dalam pasar modern tersebut.

Informasi yang beredar, kejadian itu dipicu masalah pribadi. Korban sedang sendirian. Hendak pulang. Mampir dan membeli makan dan minuman di indomaret.

Syaiful, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: