Menu

Dua Sepupunya Dukung Cabup Fauzi, Begini Respon Cawabup Mas Kiai Fikri

Dua Sepupunya Dukung Cabup Fauzi, Begini Respon Cawabup Mas Kiai Fikri
Cawabup Sumenep Nomor Urut 2, KH Muhammad Ali Fikri saat menjawab pertanyaan awak media, Kamis (24/09/2020) sore. (Foto Rafiqi/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Kehadiran KH Moh. Ramdhan Siradj dan Kiai Hazmi mengantar Pasangan Calon Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Calon Wakil Bupati Sumenep Ny. Hj. Dewi Khalifah ke KPU Sumenep dalam rangka pengundian nomor urut calon cukup menarik perhatian publik.

Pasalnya, kedua kiai ini merupakan saudara sepupu dari Calon Wakil Bupati Sumenep, KH Muhammad Ali Fikri yang berpasangan dengan Calon Bupati Sumenep, Fattah Jasin.

Melihat fenomena mengejutkan itu, sejumlah awak media mencoba meminta tanggapan Cawabup Mas Kiai Fikri terkait kehadiran dua saudara sepupunya mengantarkan pasangan Fauzi-Eva ke Kantor KPU Sumenep.

Tak dinyana, Mas Kia Fikri yang dikenal santun itu ternyata tidak terlalu serius merespon pertanyaan yang diajukan oleh awak media mengenai sikap politik Kiai Hazmi dan KH Ramdhan Siradj yang lebih mendukung paslon lain ketimbang dirinya.

Putra mendiang Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk, KH A. Warits Ilyas tersebut hanya tersenyum, seakan tidak ada kata-kata yang mau disampaikan.

Aura wajahnya pun seperti tak menampakkan isyarat kecewa atas perbedaan pilihan politik kedua saudara sepupunya itu. Namun, pada akhirnya Mas Kiai Fikri buka suara merespon pertanyaan dari awak media.

Menurut Mas Kiai Fikri, perbedaan politik, khususnya di Annuqayah, itu merupakan hal biasa. Sedari dulu dalam urusan politik praktis, Pondok Pesantren Annuqayah memang tidak pernah satu suara.

“Terbiasa hidup harmoni dalam perbedaan,” ucap suami Neng Dwi Sukmawati itu sembari melempar senyum khasnya kepada awak media, Kamis (24/09/2020) sore, usai tasyakuran nomor urut 2 di Media Center Posko Pemenangan Gus Acing-Mas Kiai Fikri.

Yang terpenting, menurut Mas Kiai Fikri, dalam menyikapi perbedaan sikap politik harus tetap saling menghargai serta menghormati perbedaan itu sendiri.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Mata
Mata
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini & Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: