Menu

Edukasi Hypnotherapy ala RSUD Sumenep

Edukasi Hypnotherapy ala RSUD Sumenep
Screenshot video podcast Hypnotherapy untuk Pasien di channel YouTube RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep. (Foto Rafiqi/Mata Madura)

matamaduranews.comSUMENEP-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep memberikan edukasi hypnotherapy kepada masyarakat.

Edukasi hypnotherapy ala RSUD Sumenep ini dilakukan melalui podcast di channel YouTube RSUD. dr. H. Moh. Anwar Sumenep.

Pemanfaatan teknologi digital sengaja dipilih oleh pihak RSUD Sumenep mengingat di zaman ini penyampaian informasi kepada masyarakat harus mudah dan cepat.

Pada podcast berjudul ‘Hypnotherapy untuk Pasien’ tersebut, pihak RSUD Sumenep mengundang pakar hypnotherapy, Dr. Eko Mulyadi, S.Kep, Ners, M.Kep. dari Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep.

Dipandu oleh Vinda sebagai host, video podcast tersebut dibagi menjadi dua part.

Video Part 1 fokus membahas trik untuk menghindari hipnotis diunggah pada 5 September 2021. Sedangkan video Part 2 yang diunggah pada 7 September membahas hynotherapy untuk pasien Covid-19.

Dokter Eko mengapresiasi studio Podcast RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, karena tampilannya bagus serta bisa menjangkau digital untuk mengedukasi masyarakat.

“Saya mengapresiasi studio ini karena tampilannya bagus dan menarik, patut dikembangkan agar masyarakat bisa mendapatkan ilmu kesehatan melalui siaran yang disampaikan melalui akun YouTube RSUD dr. H. Moh. Anwar,” ucapnya.

Pada video podcast tersebut, dokter Eko menyampaikan materi ilmu hypnotherapy dan hypnotherapy khusus pasien Covid-19.

Menurut dokter Eko, setiap hari orang akan mengalami hipnosis. Contoh saat seseorang mengalami kondisi mengantuk antara sadar dan tidak, saat itu orang tersebut terhipnosis.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Unija itu juga menyampaikan, orang shalat pada saat khusyuk sama dengan terhipnosis.

Bahkan, dokter Eko menceritakan ada sahabat Nabi Muhammad SAW yang terkena panah, melarang sahabat yang lain mencabutnya seketika. Sahabat Nabi itu berpesan, agar anak panah tersebut dicabut saat dirinya dalam kondisi berdzikir atau shalat.

“Kondisi seperti itu dalam kondisi terhypnosis,” terangnya.

Sementara dr. Erliyati selaku Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep mendukung sepenuhnya keberadaan podcast yang di siarkan melalui akun YouTube dan Instagram.

Pihaknya meminta kepada petugas untuk mengembangkan akun tersebut. Materi yang disampaikan juga harus ilmu kesehatan, agar masyarakat teredukasi sehingga mereka sadar tentang kesehatan.

“Saya mendukung, berikan edukasi masyarakat tentang kesehatan, agar mereka paham cara untuk hidup sehat,” terang dokter Erli.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Yono

matajatim.id

Disway

Catatan

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: