Halusinasi Program Pamekasan Kabupaten Literasi

Mata Madura - 29/11/2021
Halusinasi Program Pamekasan Kabupaten Literasi
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam saat melaunching program literasi sagu sabu di peringatan hari guru nasional.  - (Dok.Humas Protokol Pemkab Pamekasan)
Penulis
|
Editor Hambali

Oleh: Suli Faris (Pengamat Sosial Politik dan Mantan Anggota DPRD Pamekasan)

 

Suli Faris

matamaduranews.com-Gerakan literasi yang disuarakan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, beberapa waktu lau merupakan program pemerintah pusat. Bupati Pamekasan seperti ambil momentum saja.

Terkait program literasi. Pemerintah pusat telah menerbitkan Permendagri No 18 Tahun 2020. Permen tersebut salah satu bentuk upaya Kemendagri dalam mendorong budaya literasi dengan diterbitkannya Kepmendagri No 050-3708 Tahun 2020 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodifikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

Regulasi Kemendagri di atas bisa menjadi pedoman pemerintah daerah dalam menyusun APBD terkait perpustakaan dan literasi.

Dalam Kepmendagri tersebut, terdapat “menu” yang bisa dipilih daerah dalam menentukan program penganggaran program literasi di daerahnya. Di dalamnya juga terdapat dua urusan bidang perpustakaan, yaitu program pembinaan perpustakaan, program pelestarian koleksi nasional dan naskah kuno. Pedoman ini bisa menjadi acuan pemerintah daerah dalam setiap penyusunan RAPBD.

Sampai saat ini, saya melihat pemerintah pusat masih ragu untuk mewujudkan program literasi itu. Alasannya sederhana. Mewujudkan program itu, dari hulu hingga hilir membutuhkan biaya sangat besar. Sementara keuangan negara sedang dalam kondisi tidak stabil.

Kalau bicara alokasi keuangan pemerintah daerah, saya amati semakin tahun semakin tidak betimbang bila dibandingkan dengan beban dan tanggung jawab daerah.

Karena itu, kepada Manager Publik Pamekasan jangn terlalu banyak berhalusinasi. Beban dan tanggung jawab yang ada sekarang dikerjakan saja.

Bagaimana Kepala Satker yang masih PLT. Bagaimana posisi Wakil Bupati yang masih kosong. Bagaimana ketersediaan pupuk yang langka dicari petani. Bagaimana nasib petani garam dengan harga garam yang anjlok.

Apalagi, kondisi jalan di Kabupaten Pamekasan banyak yang rusak. Ditambah daya beli masarakat semakin lemah akibat pandemi.

Saran saya. Sudahi berhalusinasi. Ambil langkah nyata.

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->