Menu

HMI Sumenep Demo DPRD, Tolak Omnibus Law Cipta Kerja

HMI Sumenep Demo DPRD, Tolak Omnibus Law Cipta Kerja
Aksi demonstrasi HMI Sumenep menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di depan Kantor DPRD Sumenep, Kamis (8/10/2020). (Foto IST/Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.comSUMENEP-Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Sumenep mendemo Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kamis (8/10/2020) pagi.

Aksi demonstrasi tersebut dilakukan HMI Sumenep untuk menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja yang sebelumnya sudah disahkan oleh DPR RI.

Link Banner

Korlap aksi HMI Sumenep, Thoriq menyebut Omnibus Law Cipta Kerja memuat 11 Klaster pembahasan. Sehingga, UU ini berpotensi memiliki dampak sistemik terhadap berbagai kehidupan bangsa dan bernegara.

“Jauh sebelum RUU ini digodok sudah menuai protes dan tanggapan dari berbagai kalangan dan kelompok masyarakat,” katanya, Kamis (8/10/2020).

Thoriq merasa heran mengapa UU Omnibus Law Cipta Kerja tersebut tetap disahkan oleh DPR RI. Sehingga memaksa pihaknya melakikan aksi turun jalan.

“Kami mempertanyakan pengesahan UU Cipta Kerja yang disinyalir kurang mengindahkan perasaan,” demikian salah satu poin pernyataan sikap mereka.

Dalan aksi itu, HMI Sumenep juga meminta dan mendesak pada pemerintah dan DPR supaya fokus pada penanganan Covid-19 serta mendahulukan kesehatan, keselamatan rakyat dan ancaman resesi ekonomi.

“Terakhir, kami mendorong kepada kelompok elit dan koalisi Civil Society untuk mengambil langkah taktis dengan melakukan kajian mendalam, penyederhanaan temuan masalah dan mengajukan langkah judicial review kepada Mahkamah Konstitusi,” tegas Thoriq.

Rafiqi, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

Mata
Mata
Lowongan

Ra Fuad Amin

Disway

Tasawuf

Inspirator

Catatan

Opini & Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: