Internasional

Jurnalis yang Laporkan Covid-19 Nyawanya di Ujung Tanduk

×

Jurnalis yang Laporkan Covid-19 Nyawanya di Ujung Tanduk

Sebarkan artikel ini
Zhang Zhan di Ujung Tanduk
Zhang Zhan seorang jurnalis yang melaporkan kondisi covid-19 di Wuhan ditahan 4 tahun penjara.

matamaduranews.com-BEIJING- Zhang Zhan, jurnalis warga yang melaporkan kondisi awal covid-19 di Wuhan, China kondisi kesehatannya di ujung tanduk.

Saudara kandungnya yaitu Zhang Ju memberi kabar terkini Zhang Zhan setelah divonis 4 tahun penjara dengan pasal “Membuat berita provokasi” karena melaporkan kondisi covid-19 di Wuhan.

“Ia tidak akan bertahan dalam waktu lama. Musim dingin akan datang. Saya harap ia bisa menjaga dirinya sendiri. Di dalam hatinya, hanya ada Tuhan yang menemaninya, tidak ada lagi yang ia pikirkan selain itu,” tulis Zhang Ju dalam cuitannya.

“Pada saat ini, Zhang Zhan berada dalam keadaan yang sangat buruk. Berat badan ia berada di bawah normal dan dipaksa makan melalui pipa dari tenggorokannya,” sambungnya.

Jurnalis yang Laporkan Covid-19 Nyawanya di Ujung Tanduk
cuitan Zhang Ju (Screenshot Twitter)

Dengan munculnya cuitan itu, banyak masyarakat internasional kembali murka dan memaksa pihak terkait segera melepas Zhang Zhan dari penjara.

Amnesty Internasional, salah satu organisasi internasional di bidang HAM mengatakan pada Kamis (4/11) untuk segera melepas ia dari penjara dan mendesak pihak terkait memberikan penanganan medis yang tepat.

Seperti diketahui, Zhang Zhan yang berumur 38 tahun merupakan seorang pengacara yang dengan sengaja mengunjungi Wuhan pada bulan Februari 2020 untuk melaporkan keadaan keadaan Wuhan pada awaln pandemi COVID-19.

Tujuan ia meliput di Wuhan adalah untuk menjelaskan bagaimana respons pemerintah dalam menangani pandemi COVID-19 di Wuhan, namun ia ditangkap oleh pemerintah.

Ia ditangkap pada Mei 2020 dan diputuskan untuk dipenjara pada bulan Desember untuk 4 tahun lamanya dengan pasal “Membuat berita provokasi”.

Pasal tersebut memang sering digunakan untuk pemerintah untuk dapat menekan suara rakyat yang mencoba menjelaskan keadaan asli di Tiongkok..(kempalan)

KPU Bangkalan