Kiai Busyro Pun Mengomentari Miskun Legiyono 

Catatan: Hambali Rasidi

matamaduranews.com-CIBIRAN kepada Miskun Legiyono mulai berhembus. Yang muja-muji juga berantai.

Itu sejak kabar pencalonan dirinya di Pilkada Sumenep 2024 berhembus.

Miskun Legiyono hanya Ketua AKD Sumenep. Tapi banyak orang yang merespon macam-macam.

Saya anggap penilaian itu kodrat manusia. Mahluk yang penuh sandiwara. Karena dalam diri manusia itu ada hawa nafsu.

Nafsu itu yang melahirkan penilaian baik-buruk. Jelek-tampan. Benar-salah.

Wajar pula bila pagi memuja. Siang mencaci. Malam berangkulan. Begitulah kodrat manusia.

Kenapa Miskun Legiyono lagi trending?

Anda bisa menilai sendiri. Berdasar syahwat anda.

Tapi saya melihat dari kacamata John Locke yang beranggapan pengetahuan manusia itu bukan datang dari rasionalisme. Tapi melalui serangkaian pengalaman (empirisme).

Apakah fatwa John Locke mutlak benar? No..no..

Tak ada dalam diskursus kebenaran yang hakiki.

Wajar jika Al-Ghazali menilai kebenaran diskursus (ilmu hasil olah pikir manusia) sebuah ilusi. Kebenaran yang menipu.

Karena itu, meski menjadi tokoh intelektual yang disegani oleh penguasa Nidzamiah. Al-Ghazali mengubah pola pikir-nya jika hendak mencari kebenaran yang tak menipu.

Al-Ghazali meninggalkan pendekatan diskursus itu melalui olah qalb. Baginya, kebenaran haqiqi bukan melalui olah pikir. Tapi melalui iluminasi. Isyraqiyah. Pancaran nur Ilahi. Yang dirumuskan oleh Syech Suhrawardi melalui epistemologi Islam.

Saya tak bisa menyalahkan jika ada
penilaian melalui olah pikiran subjektif.

Menyalahkan yang subjektif tanpa tawarkan solusi juga ikut bahlul.

John Locke tak semata menyalahkan. Tapi membandingkan konsep baru yang bertolak dengan rasionalisme yang dicetuskan Rene Descartes dengan solusi atau teori anyar.

John Locke menganggap sumber pengetahuan manusia itu berawal dari pengalaman. Apa yang terjadi diamati langsung. Sehingga melahirkan pengetahuan baru hasil amatannya.

Dari pengalaman itu melahirkan pengetahuan-pengetahuan. Dalam ilmu sufisme, disebut musyahadah (menyaksikan). Dari apa yang disaksikan melahirkan pengetahuan.

John Locke menganggap rasionalisme tak mampu melahirkan pengetahuan tanpa ada yang diamati. Rasio sebatas mengolah dari apa yang diketahui. Padahal, di luar rasio ada empirisme.

Namun teori empirisme itu ditolak dengan konsep filsafat lain. Begitu seterusnya dinamika disukursus yang melahirkan paradigma baru.

BACA JUGA :  Mitra Kerja Komisi A DPRD Bangkalan Mau Dimutilasi, Mahmudi: Itu Konyol

Miskun Legiyono tergolong Kades paling lama menjabat. Sejak 1997, Legiyono sudah menjabat Kades Pangarangan Kecamatan Kota Sumenep.

Pada tahun 2022. Legiyono sudah 25 tahun menahkodai Desa Pangarangan.

Kenapa Legiyono bertahan lama menjabat Kades?

Legiyono bukan putra seorang milioner. Ortunya hanya bercita-cita sederhana kepada putra-putrinya.

Sejak dewasa pada tahun 1977, Legiyono mengabdi sebagai guru sukwan. Baru pada tahun 1982, Legiyono diangkat menjadi Guru SD berstatus PNS.

Lama menjabat guru. Namun kebiasaan bersosialisasi dengan aneka ragam banyak orang tetap dilakukan di tengah kesibukan mengajar.

Saban malam hari. Seperti biasa, Legiyono beinteraksi lazimnya aktivis. Bersilahturahmi dengan siapa saja.

Kebiasaan beraktifitas malam itu, warga mendesak Legiyono Nyalon Kades Pangarangan dan terpilih.

Masa jabatan Kades Legiyono hingga 2007. Lalu nyalon lagi dan terpilih hingga 2013.

Pada Pilkades 2013, Putri Legiyono yang nyalon Kades dan terpilih sampai 2019.

Pada Pilkades 2019, Kades Yon-panggilan Miskun Legiyono terpilih yang ketiga kalinya.

Pada 2020. Legiyono dipercaya oleh para kades untuk menahkodai AKD (asosiasi kepala desa) Sumenep.

Jabatan Ketua AKD Sumenep sempat ia tolak. Tapi karena desakan koleganya. Legiyono baru menerima.

Dalam politik praktis. Legiyono cukup kenyang. Meski berstatus PNS. Dia kerap dilibatkan oleh Golkar saat orde baru. Karena ia aktif di AMPI (Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia). Salah satu organ yang menjadi sayap Partai Golkar.

Organisasi non parpol juga kerap diikuti. Saat Covid-19 berlangsung. Legiyono menjadi Ketua Satgas Bagian Pemulasaran dan Penguburan Jenazah Covid-19.

Waktu itu. Awal wabah covid-19 berlangsung. Banyak warga yang sensi. Takut memandikan dan menguburkan. Sampai ada penolakan penguburan jenazah Covid.

Miskun Legiyono tampil meyakinkan warga Desa Pangarangan agar tak menolak jenazah Covid. Pemakaman jenazah Covid pun ditempatkan di area pemakaman Desa Pangarangan.

Agar tak dinilai hanya bisa bercuap-cuap. Legiyono memberi contoh ke warga. Legiyono ikut mengusung peti jenazah covid hingga ke liang kubur.

Komentar