Lokasi Pesawat Latih TNI AL Jatuh  Kedalaman 15 Meter di Perairan Bangkalan-Gresik

matamaduranews.com- BANGKALAN- Lokasi kejatuhan pesawat TNI AL jenis Bonanza G-36 diketahui di kedalaman 10-15 meter di perairan Bangkalan-Gresik.

“Memang secara gambar di sonar bentuknya hanya siluet masih terlihat bentuk pesawatnya di kedalaman antara 10-15 meter,” terang Komandan Puspenerbal, Laksda Dwika Tjahja Setiawan, saat konferensi pers di Mabesal, Jakarta, Rabu (7/9) seperti dikutip kumparan.

Sejak Rabu siang hingga malam. TNI AL menerjunkan 7 KRI, 2 helikopter untuk pencarian dan penyelamatan, 2 KAL, 2 tim Kopaska dan 2 tim penyelam untuk mencari pesawat latih TNI AL Bonanza G-36 yang jatuh di perairan Bangkalan-Gersik, pada hari Rabu 7 September 2022 sekitar pukul 09.30 WIB.

Dari hasil pencarian itu, pemindaian sonar di salah satu KRI hingga Rabu sore, terlihat ada siluet pesawat di bawah air.

Hingga malam, kondisi kedua pilot dan copilot pesawat juga belum diketahui.

Tim terus mencari di lapangan untuk melakukan proses evakuasi dari titik jatuh pesawat yang diduga rangka pesawat melalui proses laksanakan penyelaman.

Sebagaimana diketahui, pesawat latih TNI AL jenis Bonanza G-36 jatuh di perairan Bangkalan-Bresik.

Kadispen Koarmada II Letkol Asep Ardiansyah, menjelaskan, pesawat latih milik TNI AL itu jatuh di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS).

“Pesawat tersebut terjatuh atau mengalami kecalakaan saat melaksanakan latihan dengan KRI-KRI di jajaran Koarmada II,” terangnya.

Penyebab jatuhnya pesawat latih milik TNI AL itu masih belum diketahui.

Dalam rilis yang diterima Mata Madura,
Laksamana Muda TNI Dwika Tjahja Setiawan Komandan Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Danpuspenerbal) menjelaskan, Tim SAR Angkatan Laut sedang melakukan proses penyelaman di titik lokasi jatuhnya pesawat latih jenis G-36 BonanzaT-2503.

Kata Dwika, saat ini tim masih terus mencari di lokasi tempat jatuhnya pesawat latih tersebut.

“Sampai dengan sore ini perkembangan di lapangan telah menemukan titik dimana jatuhnya pesawat itu yang diduga adalah kerangka pesawat. Saat ini masih proses untuk melaksanakan penyelaman,” ujar Dwika didampingi Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) dalam konferensi pers di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (7/9/2022).

BACA JUGA :  Breaking News: Nunggak Pembayaran Enam Bulan, Ratusan Karyawan RSUD Syamrabu Demo

Sebelumnya, musibah kecelakaan jatuhnya Pesawat Udara (pesud) jenis G-36 BonanzaT-2503 milik TNI Angkatan Laut tersebut terjadi pada Rabu (7/9/2022) pagi sekitar pukul 09.30 WIB di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yaitu di Perairan Laut Selat Madura (antara Kab. Bangkalan Madura dan Gresik).

Adapun kemungkinan penyebab dari kecelakaan tersebut, kata Dwika, masih terus didalami.

Angkatan Laut akan menurunkan tim investigasi setelah pesawat itu bisa ditemukan, kemudian diangkat, baru kemudian bisa menentukan penyebab dari kecelakaan tersebut.

Menurut dia, untuk kondisi pilot juga masih belum bisa dipastikan. Awak pesawat ada dua orang yakni pilot dan kopilot.

“Kemungkinan nanti sampai dengan tim penyelam yang melaksanakan pertolongan telah benar-benar dapat menemukan dan melaporkan kondisi penerbang tersebut,” jelasnya.

Tercatat pesawat tersebut diterbangkan Pilot Lettu Laut (P) Judistira Eka
Permady NRP 22360/P dan Copil Letda Laut (P) Dendy Kresna Bhakti NRP 22613/P.

Dwika menjelaskan, pesawat tersebut mengalami kecelakaan saat melaksanakan Latihan ADEX SIAGA ARMADA II dengan unsure KRI-KRI di jajaran Koarmada II.

“Pada pukul 08.45 WIB pesawat latih milik TNI AL jenis/tipe Bonanza G-36, No. Reg: T-2503 take off dari bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub,” kata dia.

“Pukul 08.55 WIB pesawat latih tersebut Lost Contact di Perairan Laut Selat Madura (antara Bangkalan Madura dan Gresik),” imbuhnya.

Saat ini, TNI Angkatan Laut mengerahkan 7 KRI, 1 Pesawat udara CN235, 2 helikopter, 2 KAL, 2 Tim Kopaska, dan 2 Tim Penyelam. Kegiatan SAR dipimpin langsung oleh Pangkoarmada II dan Komandan Guspurla Koarmada II.

Dwika menjelaskan, pesawat ini masuk di jajaran angkatan laut tahun 2013, sehingga relatif masih sangat layak karena baru saja melaksanakan pemeliharaan pada tanggal 22 Agustus 2022.(*)

Komentar