Menu

Menelusuri Asal Usul Nama Pragaan, Ternyata Diambil dari Nama Tokoh Ini

Menelusuri Asal Usul Nama Pragaan, Ternyata Diambil dari Nama Tokoh Ini
Kolase nisan K. Ragasuta, dan makam K. Ragasuta di Pragaan Laok, Pragaan. (Foto/Tim Ngoser for Mata Madura)
Link Banner

matamaduranews.com-SUMENEP-Berada di ujung barat sisi selatan, Pragaan merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sumenep. Lokasinya berbatasan dengan kota Gerbang Salam alias Pamekasan.

Selain menjadi nama kecamatan, Pragaan juga menjadi nama desa yang dimekarkan menjadi Pragaan Daya dan Pragaan Lao’ (Laok).

Meski banyak yang tak asing dengan daerah ini, namun sejarah nama Pragaan tidak banyak yang tahu. Menurut hasil penelusuran Tim Ngoser (Ngopi Sejarah), nama Pragaan erat kaitannya dengan salah satu tokoh Sumenep di abad 18. Kiai Ragasuta namanya.

“Menurut riwayat sesepuh di Sumenep, Kiai Ragasuta merupakan cikal bakal nama Pragaan. Diambil dari panggilan Kiai Ragasuta, yaitu Ke Raga (Kiai Raga; red),” kata Iik Guno Sasmito, salah satu personel Ngoser kepada Mata Madura.

Dari hasil kerjasama dengan Ja’far Shadiq, personel Ngoser lainnya, yang kebetulan merupakan putra Pragaan, peristirahatan terakhir Kiai Ragasuta bisa ditemukan. Posisi makam berada di utara jalan raya Sumenep-Pamekasan, dan masuk kawasan Pragaan Laok.

“Dari jalan utama atau jalan raya, sekitar 5 sampai 7 meter. Makamnya masih original. Prasasti di nisan juga masih utuh. Hanya sayang kurang perawatan,” kata Iik.

Sementara menurut Ja’far Shadiq, makam Kiai Ragasuta tidak banyak orang yang tahu. Bahkan di masa sekarang bisa dipastikan tidak ada yang tahu. “Mungkin karena anak cucu Kiai Ragasuta kembali ke Sumenep,” katanya.

Dari keterangan Iik, Kiai Ragasuta memang berasal dari Sumenep, yang ditempatkan sebagai pembesar di daerah yang kini bernama Pragaan. “Beliau mendapat tanah perdikan,” katanya.

Tanah perdikan merupakan kawasan bebas pajak. Bisa ditebak, sosok Kiai Ragasuta tentu bukan sekadar pejabat keraton biasa. Pejabat-pejabat yang ditempatkan di wilayah perdikan umumnya masih merupakan keluarga sentana keraton yang disegani.

Di salah satu catatan kuna Sumenep, yang disusun R. P. Moh Saleh Pamolokan, Kiai Ragasuta merupakan Demang Pragaan. Dalam catatan kuna lain, seperti di catatan K. R. B. Moh Mahfudh Wongsoleksono, Wedana Kangayan; istilah lain Demang ialah Kepala. Setingkat wali wilayah atau wali kota jika sekarang.

Kiai Ragasuta disebut sebagai keturunan Pangeran Mandaraga atau Mandiraga. Menurut Iik, bersusur galur ke Jawa Barat. Kiai Ragasuta Pragaan mempunyai anak yang bergelar sama, yaitu Kiai Ragasuta II. Makam sang putra di Asta Jeruk Purut, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

RM Farhan

Bagikan di sini!
KOMENTAR

1 Komentar

  1. Hidrochin Sabarudin Kamis, 21 November 2019

Iklan
Lowongan

Ra Fuad Amin

Kerapan Sapi

Inspirator

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional