Live Update
covid-19 indonesia

Positif
Sembuh
Meninggal
Paket Sembako Covid-19 di Bangkalan Ditemukan Asal-asalan, Abah Beidi: Minyak 750 ml - MATA MADURA

Menu

Paket Sembako Covid-19 di Bangkalan Ditemukan Asal-asalan, Abah Beidi: Minyak 750 ml

Paket Sembako Covid-19 di Bangkalan Ditemukan Asal-asalan, Abah Beidi: Minyak 750 ml
Abah Beidi saat menunjukkan minyak goreng merek Dua Udang isi 750 sebagai salah satu isi Paket Sembako Covid-19 yang diberikan kepada warga terdampak Covid-19 di Bangkalan. (matamadura.syaiful)
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Isi Paket Sembako penanganan virus Corona di Kabupaten Bangkalan ditemukan asal-asalan.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan, H Subeidi menyebut banyak kejanggalan isi Paket Sembako Covid-19 yang diterima masyarakat.

Politisi Hanura ini memberi contoh, takaran minyak goreng tidak sesuai dengan jumlah yang direncanakan. Termasuk mie instan bukan produk yang mayoritas dikonsumsi masyarakat.

“Bantuan Paket Sembako Covid-19 yang disepakati berupa 5 Kg beras, 1 Kg gula, 1 liter minyak goreng dan 4 biji mie instan,” terang Abah Beidi sapaan akrab anggota Komisi D DPRD Bangkalan ini, kepada Mata Madura, Jumat (15/5/2020)

Seperti diketahui, jumlah Bansos Paket Sembako Covid-19 sebanyak 14.050 paket untuk warga terdampak Covid-19 di 281 desa/kelurahan se Kabupaten Bangkalan.

Setiap desa/kelurahan di Bangkalan mendapat jatah 50 paket sembako. Isi bantuan Paket Sembako Covid-19 berupa 5 Kg beras, 1 Kg gula, 1 liter minyak goreng dan 4 biji mie instan.

Dinsos Bangkalan menganggarkan satu Paket Sembako sebesar Rp 95 ribu. Dengan rincian beras 5 Kg seharga Rp 55 ribu, gula 1 Kg seharga Rp 17 ribu, minyak goreng 1 liter seharga Rp 13 ribu, mie instan 4 biji seharga Rp 10 ribu.

Nah, Abah Beidi menyayangkan isi Paket Sembako itu, diisi minyak goreng merek dua udang dengan isi 750 ml. Padahal, katanya, anggaran belanja minyak goreng dengan isi 1 liter.

Selain minyak goreng tak sesuai takaran. Abah Beidi juga mempersoalkan mie instan yang dinilai tak layak dikonsumsi masyarakat.

Abah Beidi beralasan, mie instan merek intermie dalam Paket Sembako itu tak bisa dikosumsi oleh masyarakat penerima karena rasa yang tak enak.

“Intermie itu kurang layak jika diberikan pada masyarakat. Jika intermie diberi harga Rp 10 ribu empat biji, maka harga satuannya sebesar Rp 2.500. Kenapa kok tidak membeli indomie yang diinginkan oleh masyarakat. Jika harga 4 biji intermie Rp 10 ribu, harga itu juga dapat 4 biji indomie,” katanya

Abah Beidi menilai, perencanaan pengadaan Paket Sembako Covid-19 buruk. Alokasi anggaran per item antara perencanaan dengan barang yang ada tidak sesuai.

Sementara, S salah satu penerima bantuan sembako asal Kecamatan Kokop mengaku jika paket sembako yang berisi intermie itu saat dikonsumsi tidak enak dimakan.

“Iya betul kami terima paket sembako. Tapi intermie tak layak konsumsi. Lebih bagus indomie goreng atau mie sedap itu baru layak konsumsi. Tapi kami sangat berterima kasih atas bantuan ini,” ujar S penerima sembako.

“Harga eceran intermie, per biji Rp 1.500. Kalau membeli per-kardus sekitaran Rp. 47.000 dengan isi 40 bungkus. Seandainya Indomie goreng mungkin lebih layak konsumsi,” tambahnya

Sementara itu, Sekertaris Dinsos Bangkalan, Iwan Setiawan saat ingin dimintai keterangan di kantornya belum dapat ditemui dan dihubungi melalui telpon seluler berdering aktif tetapi tidak ada jawaban.

Syaiful, Mata Madura

Bagikan di sini!
KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

TOTAL POSITIF
ORANG
Positif
TOTAL SEMBUH
ORANG
Sembuh
TOTAL MENINGGAL
ORANG
Meninggal
INDONESIA

POSITIF , SEMBUH , MENINGGAL

Indonesia
Sumber data : Kementerian Kesehatan & JHU. Update terakhir :
Lowongan

Ra Fuad Amin

Tasawuf

Catatan

Opini dan Resensi

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: