Pasca Zona Merah, Komisi D DPRD Bangkalan Desak Pasar Ditutup

Mata Madura - 11/04/2020
Pasca Zona Merah, Komisi D DPRD Bangkalan Desak Pasar Ditutup
Nur Hasan, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan saat ditemui Mata Madura. (Foto Syaiful/Mata Madura) - ()
Penulis
|
Editor
Link Banner

matamaduranews.comBANGKALAN-Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, H. Nur Hasan mendesak Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Tim Satgas Covid-19 agar segera mengambil langkah revolusioner dalam mengantisipasi penularan virus Corona di Bumi Bangkalan.

Setelah Kecamatan Blega dan Klampis dinyatakan zona merah pasca 3 orang positif Covid-19, Nur Hasan meminta tim satgas Covid-19 segera mengambil kebijakan penutupan pasar Blega dan Klampis. Termasuk memperketat contact tracing lebih masif.

“Pasar itu tempat bertemunya orang banyak dan mereka itu berkontakan langsung antara pembeli dengan penjual. Jika mau ditutup, segeralah jangan nunggu korban banyak baru ditutup. Utamanya Pasar Blega dan Klampis karena 3 Pasien itu berasal dari dua Kecamatan tersebut,” papar Nur Hasan kepada Mata Madura, Sabtu (11/4/2020) siang.

Menurutnya, tenaga medis suami istri yang positif Covid-19 membuka tempat praktek dekat Pasar Klampis. Sehingga, sangat memungkinkan pembantu, pasien yang pernah periksa dan orang terdekat bisa terpapar Covid-19.

Terkait masa penutupan Pasar Blega dan Klampis, Nur Hasan menyarankan agar mengikuti anjuran pemerintah.

“Penutupan pasar bisa dilakukan 3 hari atau sampai 7 hari sesuai masa inkubasi tim satgas covid-19 pusat, demi sterilisasi masyarakat Klampis dan Blega,” terang politisi asal Galis ini.

Nur Hasan meminta tims Satgas Covid-19 Bangkalan untuk terus melakukan tracing secara masif terhadap orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan tiga pasien Covid-19.

“Agar langkah ini lebih revolusioner dalam pemetaan skala besar. Lakukan tracing yang lebih masif, lakukan pelacakan orang yang pernah melakukan kontak fisik. Orang yang pernah periksa 2 dokter positif Covid-19 ini tempat praktik di rumahnya dan RS umum Lukas,”tambah politis PPP ini.

Dalam memerangi virus covid-19 ini pemerintah daerah tidak bisa berkerja sendiri harus di dukung penuh oleh Muspika dan tokoh masyarakat.

“Muspika dan tokoh masyarakat Klampis dan Blega dapat melakukan¬† pelacakan membantu tim, agar masyarakat tidak semakin was-was dan resah. Dibutuhkan kekompakan antara muspika dan satgas covid-19,” jelasnya

Dirinya mengingatkan, agar semua masyarakat untuk terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Sekaligus selalu mentaati anjuran pemerintah terkait pencegahan penyebaran Virus Corona, yakni melalui penerapan Social Distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus.

“Kita harus menjaga jarak, menggunakan masker, dan jangan melakukan perjalanan kemana pun atau tetap tinggal dirumah. Ini jawaban terbaik,” katanya.

Terkait banyaknya warga perantau yang tiba di Bangkalan, Nur Hasan menekankan dan meminta, agar semua warga perantau dari luar daerah khususnya wilayah zona merah Covid-19 untuk mengisolasi mandiri.

“Banyak dari mereka yang datang dari daerah yang dikategorikan zona merah, kita harus tetap mengisolasi mandiri maksimal 14 hari,” tutupnya.

Syaiful, Mata Bangkalan

Tinggalkan Komentar

Close Ads X
--> -->