Sosok Nyai Hj Makkiyah As’ad Sukorejo Situbondo di Mata Politisi PPP dan Gerindra

matamaduranews.com-Tak sedikit ungkapan belasungkawa membanjiri platform media sosial atas kepergian sosok Nyai Hj Makkiyah As’ad Sukorejo Situbondo.

Mulai dari alumni Ponpes Sukorejo Situbondo, masyarakat dan politisi Jawa Timur merasakan kehilangan atas wafatnya almarhumah.

Putri keempat dari pasangan KH As’ad Syamsul Arifin dan Nyai Zubaidah Baidhowi ini dikenang sebagai sosok pejuang Islam yang tak kenal lelah dan patut diteladani.

Seperti diungkap Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Anwar Sadad dalam mengenang sosok almarhumah Nyai Hj Makkiyah As’ad.

KH A Nawawi Abdul Djalil Sidogiri Wafat
Anwar Sadad-Ketua Dewan Pakar Ikatan Alumni Santri Sidogiri ( IASS) yang kini menjawab Wakil Ketua DPRD Propinsi Jawa Timur saat bersama Almagfurllah KH. A Nawawi Abdul Djalil. (FOTO:istimewa)

Menurut Sadad, almarhumah adalah tokoh perempuan pejuang yang patut diteladani.

“Beliau ahli silaturrahim. Di sela-sela silaturrahim beliau sering memberi nasihat tentang pentingnya syiar Islam,” kata Anwar Sadad dalam keterangan tertulis yang disebar ke sejumlah media, Selasa malam.

Menurut Sadad, perjuangan Nyai Makkiyah terlihat selama hidupnya yang mengasuh tiga pondok pesantren.

“Beliau telah memberi tauladan bahwa dalam syiar Islam bahkan harus meninggalkan rumah berhari-hari, untuk menjangkau tempat-tempat yang jauh dan terpencil. Kami ikut merasa kehilangan,” sambung Gus Sadad yang  juga keturunan Pengasuh P0npes Sidogiri, Pasuruan ini.

Hal senada disampaikan M Syukri, Sekretaris DPC PPP Sumenep. Alumni Ponpes Sukorejo Situbondo ini mengenang sosok almarhumah Nyai Hj Makkiyah As’ad Sukorejo Situbondo sebagai figur panutan bagi alumni dan masyarakat karena istiqamah dalam memperjuangan keyakinan yang diyakininya.

DPRD Sumenep Berharap PLTD Giliraja Dorong Tumbuhnya Perekonomian Kepulauan
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep, M. Syukri

Syukri merasa kehilangan atas kepergian Ny Hj Makkiyah As’ad Sukorejo Situbondo.

BACA JUGA :  Dijuluki Waliyullah Jadzab, Nyentrik, dan 'Sakti', Ini Kisah-kisah Unik Ra Lilur Bangkalan

Bagi Syukri sosok almarhumah sebagai pejuang kharismatik yang patut diteladani oleh alumni dan masyarakat dalam memperjuangkan nilai-nilai yang diyakini.

“Saya merasa kehilangan dan mengucapkan duka mendalam atas wafanya almarhumah (Nyai Makkiyah,red). Semoga almarhumah mendapat rahmat dari Allah Swt,” tutur M. Syukri yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Sumenep dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Mata Madura, Selasa malam.

Seperti diketahui, Nyai Hj Makkiyah As’ad Sukorejo Situbondo wafat menjelang Isya pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Almarhumah merupakan anak keempat dari sembilan bersaudara, yakni Nyai Hj. Zainiyah As’ad, Nyai Hj. Mukarromah, Nyai. Hj. Makkiyah As’ad, Nyai Hj. Isaiyah As’ad, KH. Fawaid As’ad.

Saudara lain ibu adalah KH. Cholil As’ad Syamsul Arifin dan Abdurrahman.

Seperti diketahui banyak orang. KH As’ad Syamsul Arifin-ayahanda Nyai Hj Makkiyah As’ad seorang ulama yang menjadi salah satu pelaku sejarah lahirnya NU. Dedikasi terhadap NU, Bangsa dan Negara tercatat sebagai salah pahlawan nasional.

Kiai As’ad seorang ulama berpengaruh di zamannya. Beliau anak pertama dari pasangan Raden Ibrahim atau KH. Syamsul Arifin dan Nyai Siti Maimunah yang berasal dari Pamekasan Madura.

Dari jalur ayah, KH. As’ad adalah keturunan Sunan Ampel dan dari pihak ibu masih memiliki garis keturunan dari Pangeran Ketandur, cucu langsung dari Sunan Kudus. (*)

Komentar