SUMENEP, matamaduranews.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep menyiapkan penyertaan modal sebesar Rp3,2 miliar kepada BPRS Bhakti Sumekar sebagai langkah memperkuat ekonomi kerakyatan, khususnya sektor pertanian dan UMKM.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim mengatakan, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat produktif, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Penyertaan modal ini diharapkan mampu memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah,” katanya, Senin 13 April 2026.
Dana penyertaan modal tersebut berasal dari program Upland Project Kementerian Pertanian RI yang difokuskan untuk mendukung pengembangan pertanian lahan kering di Kabupaten Sumenep. Selain menyasar UMKM, pembiayaan juga akan diarahkan kepada petani individu, kelompok tani hingga korporasi petani di wilayah perbukitan dan lahan kering.
Pemkab Sumenep menilai BPRS Bhakti Sumekar memiliki peran strategis dalam mendukung sektor produktif masyarakat. Dengan tambahan modal tersebut, kapasitas pembiayaan bank daerah berbasis syariah itu diharapkan semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses layanan keuangan formal.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun ekosistem ekonomi syariah dan memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil secara inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep. (adi)






