Menu

42 Tahun Achmad Fauzi

42 Tahun Achmad Fauzi
Selamat Ulang Tahun yang ke-42 Bupati Sumenep Achmad Fauzi. (Istimewa)

matamaduranews.comSUMENEP-Hari ini Achmad Fauzi berulang tahun. Pria kelahiran 21 Mei 1979 silam tersebut kini sudah mejabat Bupati Sumenep.

Achmad Fauzi mejabat Bupati Sumenep jelang usia ke-42 tahun. Usia ini masih tergolong cukup muda, agresif dan produktif untuk ukuran nakhoda sebuah daerah.

Yang perlu disadari dari momen ini, setiap orang pasti punya masa lalu untuk dikenang. Baik suka ataupun duka tidak untuk dilupa. Sebab, dari semua rangkaian cerita hidup itulah diri seseorang ditempa.

Lalu bagaimana dengan cerita Bupati Fauzi semasa kecil hingga menginjak masa remaja? Adakah hobi dan permainan yang istimewa pada diri Fauzi yang kini menjadi orang nomor satu di Sumenep? berikut catatan Mata Madura yang tayang awal tahun 2020 lalu.

Pada masa TK, Fauzi kecil menyukai permainan kelereng, seperti kegemaran anak-anak pada umumnya kala itu.

Baru ketika duduk di bangku SDN Pangarangan I, dia mengaku mulai senang olahraga sebak bola dan permainan tradisional Salodur (Gobak Sodor).

Dari saking hobinya, alumni TK Budi Utomo Kepanjin itu kerap kali main sepakbola ataupun salodur setiap jam istirahat sekolah. Bahkan untuk permainan kelereng, tetap dia gemari sampai duduk di bangku SD.

“Saya mainnya itu setelah pulang dari sekolah bersama teman-teman,” kata Bupati Fauzi, dalam catatan Mata Madura.

Baru setamat dari SD dan duduk di bangku SMP, hobi bermain Fauzi mulai berubah. Maklum, selain alasan usia juga dipengaruhi keinginan dan rasa penasaran anak menginjak usia remaja di masanya.

Mulai saat itu, kebiasaan masa kecil yang tetap ditekuni Bupati Fauzi hanya sepakbola, di samping dia juga mulai menyukai jenis olahraga lain seperti tenis meja.

“Selain itu, saya juga mulai menyukai atraksi sepeda BMX,” imbuh Fauzi.

Baru ketika masuk di MAN, semua hobi masa kecil dia tinggalkan. Fauzi remaja pindah ketertarikan ke bidang seni musik.

Dari cerita yang dikisahkannya, Fauzi kecil hanyalah anak biasa, yang terus mengalami perubahan, baik gaya hidup dan daya pikirnya. Dia terus berproses menjadi pribadi yang berguna bagi teman-temannya, keluarga, yang kelak bermanfaat bagi bangsa seperti saat ini.

“Saya bisa main gitar, main organ, dan bass. Kalau nyanyi tidak begitu ahli,” kata Fauzi memungkasi kisah masa kanak-kanaknya.

Rusydiyono, Mata Madura

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Tinggalkan Balasan

MMN

matajatim.id

Disway

Budaya

Tasawuf

Sastra

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional

%d blogger menyukai ini: