Sumenep – Pelayanan yang cepat dan profesional tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada budaya kerja yang kuat. Di balik layanan yang terus berkembang, BPRS Bhakti Sumekar menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Hairil Fajar menegaskan bahwa keberhasilan lembaga keuangan tidak hanya diukur dari kinerja bisnis, tetapi dari tingkat kepercayaan masyarakat yang dilayani setiap hari.
“Integritas adalah jantung pelayanan kami. Tanpa integritas, teknologi dan sistem yang canggih tidak akan berarti apa-apa,” ujar Hairil Fajar, Selasa (2026).
Budaya Kerja Dimulai dari Nilai Dasar
Menurut Hairil Fajar, budaya kerja di BPRS Bhakti Sumekar dibangun dari nilai-nilai dasar yang menjadi pedoman seluruh pegawai, mulai dari kejujuran, tanggung jawab, hingga komitmen untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Nilai-nilai tersebut tidak hanya tertulis dalam aturan organisasi, tetapi diterapkan dalam praktik kerja sehari-hari, terutama dalam melayani nasabah dan mengelola dana masyarakat.
“Kami ingin setiap pegawai memahami bahwa pekerjaan di lembaga keuangan adalah amanah. Setiap keputusan yang diambil harus mencerminkan tanggung jawab kepada masyarakat,” jelasnya.
Budaya kerja berbasis nilai ini dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas dan reputasi lembaga keuangan daerah.
Pelayanan sebagai Wajah Lembaga
Dalam industri jasa keuangan, pelayanan menjadi wajah utama lembaga. Karena itu, BPRS Bhakti Sumekar menempatkan kualitas pelayanan sebagai prioritas utama dalam operasional sehari-hari.
Setiap pegawai didorong untuk memberikan pelayanan yang ramah, cepat, dan transparan kepada nasabah, baik melalui layanan langsung di kantor maupun melalui layanan digital.
“Setiap interaksi dengan nasabah adalah kesempatan untuk membangun kepercayaan. Karena itu, pelayanan harus dilakukan dengan penuh kesungguhan,” kata Hairil Fajar.
Pendekatan pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas nasabah.
Integritas dan Profesionalisme Berjalan Bersama
Hairil Fajar menekankan bahwa integritas harus berjalan seiring dengan profesionalisme. Pegawai tidak hanya dituntut jujur, tetapi juga kompeten dan mampu memberikan layanan yang berkualitas.
Untuk mendukung hal tersebut, BPRS Bhakti Sumekar secara rutin menyelenggarakan pelatihan dan pengembangan kapasitas pegawai, termasuk pelatihan pelayanan prima, manajemen risiko, dan literasi keuangan syariah.
“Integritas tanpa kompetensi tidak cukup. Kami ingin pegawai yang jujur sekaligus profesional dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat daya saing lembaga keuangan daerah.
Menjaga Kepercayaan sebagai Modal Utama
Bagi BPRS Bhakti Sumekar, kepercayaan masyarakat merupakan modal utama dalam menjalankan usaha perbankan. Karena itu, menjaga integritas menjadi tanggung jawab seluruh pegawai, bukan hanya pimpinan.
Budaya kerja yang kuat diyakini mampu menjaga stabilitas lembaga sekaligus memastikan pelayanan yang berkelanjutan kepada masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat adalah aset yang tidak ternilai. Sekali hilang, sulit untuk dikembalikan. Karena itu, integritas harus dijaga setiap saat,” pungkas Hairil Fajar. (ras)



