Keuangan

Poin Tabungan Ukhuwah BPRS Bhakti Sumekar

×

Poin Tabungan Ukhuwah BPRS Bhakti Sumekar

Sebarkan artikel ini

BPRS Bhakti Sumekar punya cara tersendiri untuk mendorong nasabah mempertahankan saldo tabungan. Melalui Tabungan Ukhuwah, saldo bukan hanya menjadi simpanan. Dalam program undian berhadiah, saldo juga menjadi dasar perhitungan poin.

Untuk mengikuti undian Tabungan Ukhuwah, nasabah harus memiliki saldo minimal Rp1 juta. Setiap kelipatan saldo Rp100 ribu dihitung sebagai satu poin undian.

Dengan mekanisme tersebut, saldo Rp1 juta menghasilkan 10 poin. Semakin besar saldo sesuai ketentuan program, semakin banyak pula poin yang diperoleh nasabah.

Mekanisme ini membuat Tabungan Ukhuwah memiliki fungsi ganda.

Di satu sisi, ia menjadi produk penghimpunan dana. Di sisi lain, ia menjadi instrumen untuk mendorong nasabah mempertahankan dana di rekening.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar mengatakan program undian tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar hadiah.

“Melalui Tabungan Ukhuwah, kami ingin terus mengajak masyarakat menabung secara konsisten sekaligus mengenal lebih dekat layanan keuangan berbasis syariah,” kata Hairil pada 20 Agustus 2026.

Program tersebut juga memberikan peluang hadiah yang cukup besar.

Dalam pengundian nasional periode III yang berlangsung di Surakarta, 20 Agustus 2026, hadiah yang disiapkan terdiri atas satu Mitsubishi Xpander, tiga Honda Vario dan tiga paket umrah.

BPRS Bhakti Sumekar kemudian memberikan hadiah tambahan khusus bagi nasabahnya.

BACA JUGA :  BPRS Bhakti Sumekar Diskusi Format Literasi Keuangan Bersama Bunda PAUD Sumenep

Hadiah tersebut berupa satu Honda Beat, kulkas, televisi dan sepeda.

Direktur Bisnis BPRS Bhakti Sumekar Cahya Wiratama mengatakan pengundian dilakukan secara nasional dengan melibatkan perwakilan dari masing-masing BPRS peserta.

“Setiap BPRS ada satu direksi yang menjadi perwakilan. Untuk BPRS Bhakti Sumekar, saya sendiri yang mewakili untuk mengundi nasabah,” ujar Cahya, 20 Agustus 2026.

Jika dilihat dari sisi bisnis, mekanisme saldo dan poin tersebut menarik.

Nasabah tidak hanya diberi alasan untuk membuka rekening, tetapi juga didorong untuk menjaga saldo.

Dengan kata lain, program undian menjadi alat untuk dua tujuan sekaligus: akuisisi nasabah dan retensi nasabah.

Nasabah baru tertarik karena ada peluang hadiah. Nasabah lama memiliki alasan untuk terus menyimpan dan menambah saldo. Namun, hadiah tetap bukan inti dari produk.

Tabungan Ukhuwah merupakan produk simpanan. Undian hanyalah program yang memberikan insentif tambahan kepada nasabah sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, masyarakat tetap perlu melihat fungsi utama tabungan sebagai instrumen pengelolaan keuangan, bukan semata mengejar hadiah.

Di titik ini, strategi BPRS Bhakti Sumekar cukup jelas. Saldo dijaga, tabungan bertambah, poin ikut bertambah. Dan bagi bank, semakin lama dana bertahan di rekening, semakin kuat pula hubungan dengan nasabah. (ad)

Tinggalkan Balasan