BisnisKeuangan

Sejak Diluncurkan 2023, Tabungan Ukhuwah BPRS Bhakti Sumekar Terus Berkembang

×

Sejak Diluncurkan 2023, Tabungan Ukhuwah BPRS Bhakti Sumekar Terus Berkembang

Sebarkan artikel ini
Tabungan Ukhuwah
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Dirut PT BPRS Bhakti Sumekar usai Launching Tabungan Ukhuwah di Uniba Madura

Tabungan Ukhuwah BPRS Bhakti Sumekar memasuki tahun ketiga sejak pertama kali diluncurkan pada September 2023. Produk ini dirancang bukan hanya sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat budaya menabung masyarakat.

Tabungan Ukhuwah resmi diluncurkan BPRS Bhakti Sumekar pada Rabu, 6 September 2023, dalam Seminar Literasi Keuangan bersama camat dan kepala desa se-Kabupaten Sumenep di Aula Pesantren Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar ketika itu mengatakan Tabungan Ukhuwah menawarkan bagi hasil dan kesempatan memperoleh hadiah melalui mekanisme undian.

“Produk ini bukan sekadar investasi berupa simpanan, namun menawarkan bagi hasil yang kompetitif,” kata Hairil, 6 September 2023.

Dalam laporan keuangan audit BPRS Bhakti Sumekar, posisi Tabungan Ukhuwah pada akhir 2023 tercatat Rp 413.389.509. Angka tersebut menjadi catatan penting karena produk baru diluncurkan pada September tahun yang sama.

Memasuki 2024, penghimpunan dana melalui produk ini menunjukkan aktivitas yang lebih besar. Laporan arus kas BPRS Bhakti Sumekar mencatat perubahan saldo Tabungan Ukhuwah sebesar Rp 6.276.642.795 sepanjang 2024. Namun, angka tersebut merupakan perubahan arus dana, bukan saldo akhir tabungan, sehingga tidak dapat disebut sebagai total dana tersimpan pada akhir 2024.

BACA JUGA :  BPRS Bhakti Sumekar Edukasi Ekonomi Syariah Bagi Pelaku UMKM

Dari sisi jumlah nasabah, BPRS Bhakti Sumekar belum mempublikasikan secara terbuka angka kumulatif nasabah Tabungan Ukhuwah sejak diluncurkan pada 2023.

Namun, pada 17 Desember 2024, Hairil Fajar menyebut antusiasme masyarakat terhadap produk tersebut cukup baik.

“Alhamdulillah antusias masyarakat cukup baik terhadap produk tabungan ukhuwah,” kata Hairil seusai tasyakuran akhir tahun Pemkab Sumenep.

Memasuki 2025, program Tabungan Ukhuwah kembali dilanjutkan ke periode ketiga. Hairil pada 27 September 2025 mengatakan program tersebut diarahkan untuk mendorong masyarakat lebih disiplin menyisihkan dana.

“Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat lebih disiplin dalam menyisihkan dana. Semakin konsisten menabung, semakin besar pula kesempatan memperoleh manfaat,” ujarnya.

Program tersebut kemudian memasuki momentum pengundian periode III pada 20 Agustus 2026 di Surakarta. Pengundian diikuti 61 BPRS yang tergabung dalam Himbarsi.

Perjalanan ini menunjukkan Tabungan Ukhuwah bukan sekadar produk dengan iming-iming hadiah.

Ada strategi penghimpunan dana di belakangnya: membuat masyarakat mau mulai menabung, mempertahankan saldo, sekaligus membangun hubungan jangka panjang antara bank dan nasabah.

Tinggalkan Balasan