Berita Utama

Elektabilitas PAN Tembus 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Makin Dekat dengan Rakyat

×

Elektabilitas PAN Tembus 5,6 Persen, BM PAN Dorong Kader Makin Dekat dengan Rakyat

Sebarkan artikel ini
PAN Elektabilitas
Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) mencatat elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,6 persen dan menempatkannya di posisi kedelapan dalam peta elektabilitas partai politik.

Elektabilitas Partai Amanat Nasional (PAN) mencapai 5,6 persen dalam survei Parameter Politik Indonesia (PPI). Angka tersebut menempatkan PAN di posisi kedelapan dalam peta elektabilitas partai politik hasil survei PPI.

Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, mengatakan survei tersebut dilakukan pada 20 Juli hingga 3 Agustus 2026 melalui metode face to face interview terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, serta 120 desa/kelurahan.

Survei tersebut memiliki margin of error ±2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam pemaparan hasil survei melalui kanal YouTube Adi Prayitno Official, Sabtu (5/9/2026), Adi Prayitno menjelaskan sejumlah alasan yang mendorong masyarakat memilih PAN.

Menurut Adi, faktor utama di antaranya adalah kinerja PAN yang dinilai dirasakan masyarakat sebesar 11,7 persen, kualitas tokoh partai sebesar 10 persen, serta pengalaman masyarakat menerima bantuan sebesar 8,3 persen.

Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), Slamet Ariyadi, menyambut positif capaian elektabilitas PAN. Namun, ia menegaskan hasil tersebut tidak boleh membuat kader terlena.

Ketua Umum BM PAN, Slamet Ariyadi, menyambut positif capaian tersebut. Namun, ia menegaskan angka survei harus menjadi energi untuk semakin dekat dengan masyarakat, bukan alasan untuk terlena.

“Angka 5,6 persen tentu menjadi kabar baik bagi seluruh keluarga besar PAN. Tetapi ini bukan alasan untuk berpuas diri. Justru ini harus menjadi energi baru untuk bekerja lebih keras dan semakin dekat dengan rakyat,” ujar Slamet Ariyadi.

Menurutnya, hasil survei PPI menunjukkan adanya respons positif masyarakat terhadap keberadaan dan kerja nyata PAN. Karena itu, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan aksi konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung.

“Bagi kami, survei bukan sekadar angka. Di balik angka itu ada kepercayaan masyarakat. Tugas kita adalah menjaga kepercayaan tersebut dengan terus hadir, mendengar aspirasi, membantu masyarakat, dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

BACA JUGA :  Paslon Fauzi-Imam Bakal Dilantik 20 Februari 2025

Slamet menilai kerja politik PAN harus terus diarahkan pada upaya menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Menurutnya, politik tidak cukup hanya dilakukan melalui wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kerja nyata di tengah masyarakat.

“PAN harus menjadi partai yang hadir ketika rakyat membutuhkan. Kita harus turun, mendengar langsung persoalan masyarakat, kemudian mencari jalan keluar dan memperjuangkannya melalui kerja politik,” katanya.

Sebagai Ketua Umum BM PAN, Slamet juga mendorong generasi muda PAN untuk mengambil peran lebih besar dalam memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.

“Generasi muda PAN harus terus bergerak. Kita ingin energi anak muda menjadi kekuatan untuk menghadirkan PAN yang semakin dekat dengan masyarakat dan semakin banyak memberikan manfaat,” ujarnya.

Berdasarkan hasil survei PPI, elektabilitas partai politik menempatkan Gerindra di posisi pertama dengan 18,3 persen, disusul PDIP 14 persen, Golkar 13 persen, PKB 9,7 persen, Demokrat 7,7 persen, PKS 6,9 persen, NasDem 5,7 persen, dan PAN 5,6 persen.

Slamet pun menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada PAN.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan kepercayaan kepada PAN. Kepercayaan ini akan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tuturnya.

Ia kembali menegaskan bahwa capaian 5,6 persen harus dipandang sebagai titik awal untuk meningkatkan kerja politik PAN, bukan sebagai tujuan akhir.

“PAN harus terus bergerak, terus bekerja, dan terus hadir membantu rakyat. Sebab kepercayaan masyarakat tidak cukup dijawab dengan janji, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata,” pungkas Slamet.(faris)

Tinggalkan Balasan